Agribisnis peternakan bertujuan
untuk memaksimalkan keuntungan dengan cara meminimalkan risiko. Dalam setiap
usaha, besar kecilnya keberhasilan sangat terkait erat dengan risiko. Dalam
norma bisnis, semakin besar peluang untuk berhasil maka semakin besar pula
risikonya. Sehingga ada istilah high risk high return. Produksi pertanian termasuk
di dalamnya peternakan berfluktuasi secara musiman dan secara finansial
dipengaruhi oleh fluktuasi harga. Ketidakpastian harga ini sulit diprediksi
secara tepat, krn kompleksnya faktor penyebabnya. ada yg disebabkan oleh ulah
spekulan yang cenderung mencari keuntungan yang besar, ada jg yg disebabkan
oleh rantai pemasaran yang panjang. Pertimbangan risiko merupakan suatu hal yg
penting dalam mengevaluasi berbagai kebijakan ekonomi peternakan. Dibawah ini
studi kasus mengenai analisis risiko peternakan.
ANALISIS RISIKO USAHA AYAM PEDAGING DI
KABUPATEN MOJOKERTO
Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi sumber Penyebab risiko, menghitung besar risiko, dan
menyusun strategi yang dapat diterapkan untuk mengendalikan sumber risiko yang
paling menentukan dalam usaha ayam pedaging di Kabupaten Mojokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah peternak
ayam pedaging di Kabupaten Mojokerto. Metode penarikan sampel dilakukan dengan
proportional random sampling dan jumlah sampel yang dianggap representatif dari
populasi adalah 36 responden.
Pada penelitian
ini, sumber risiko yang teridentifikasi terbagi menjadi tiga yaitu risiko
produksi, risiko pemasaran dan risiko keuangan.
Risiko Produksi
Risiko Produksi Berdasarkan
hasil identifikasi sumber risiko produksi ada empat faktor risiko produksi
yakni input produksi, sumber daya, lingkungan, dan teknis.
Faktor input
teridentifikasi cenderungnya penggunaan obat kimia berpotensi penurunan output
produksi. Obat atau vaksin yang digunakan peternak di daerah penelitian
cenderung menggunakan obat kimia yang memiliki kelemahan produktivitas belum
maksimal hal ini berdasarkan hasil produksi peternak dilapang yang menggunakan
obat kimia sekaligus obat organik yang berimbang dapat menekan angka kematian
ayam.
Lingkungan berupa
cuaca yang tidak sesuai dengan kebutuhan tumbuh ayam seperti curah hujan yang
tinggi, dan penyakit yang menyerang ayam menimbulkan terganggunya pertumbuhan
ayam sehingga terjadi kesenjangan berat ayam, dan apabila tidak ditangani
secara benar maka dapat berdampak matinya ayam yang membuat kuantitas hasil
panen ayam menurun.
Risiko teknis
sangat dipengaruhi oleh penggunaan obat yang kurang berimbang sehingga
kekebalan tubuh ayam kurang baik, dan tidak adanya penggunaan alat yang modern
terhadap budidaya membuat produksi yang didapatkan oleh peternak tidak mencapai
maksimal.
Risiko Pemasaran
Sumber risiko yang
diidentifikasi pada risiko pemasaran ada tiga faktor yaitu produk, pasar, dan
kemitraan.
Faktor produk
matinya ayam pada saat budidaya membuat jumlah ayam menurun dan tidak adanya
penambahan jumlah ayam maka hasil nantinya pada produk siap jual juga menurun
dari jumlah asal DOC, dan produk yang dijual dalam bentuk hidup membuat
peternak minim dalam hal nilai tambah sehingga pendapatan pun menjadi rendah.
Dalam faktor pasar,
pemasaran produk dilakukan sendiri-sendiri oleh peternak sehingga menyebabkan
rendahnya posisi tawar peternak dalam menentukan harga produknya.
Faktor kemitraan
yang menargetkan indeks performan (IP) membuat peternak apabila ingin
mendapatkan keuntungan lebih harus mengejar indeks performan tersebut. Jika
tidak memenuhi peternak hanya mendapatkan keuntugan yang minim.
Risiko Keuangan
Sumber risiko yang
diidentifikasi pada risiko keuangan ada tiga faktor yaitu sumber dana, biaya,
dan pendapatan.
faktor sumber dana
adalah seringnya peternak dihadapkan pada keterbatasan modal karena hanya
mengandalkan modal pribadi. Selain itu, adanya rasa takut peternak dalam
memanfaatkan pinjaman modal dari perbankan menambah permasalahan keterbatasan
modal.
Faktor biaya
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya keuntungan yang
diperoleh peternak. Berdasarkan hasil penelitian, biaya yang dikeluarkan
peternak masih relatif tinggi, hal ini disebabkan oleh tingginya harga saprodi,
dan harga input produksi.
Faktor pendapatan
terpaut masih tinggi, ketergantungan pemenuhan kebutuhan hidup peternak pada
hasil usaha ayam pedaging, apabila usaha ayam pedaging peternak mengalami
kegagalan, maka peternak akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Referensi:
Ramadhan B. D., Endang Y., dan Sudiyarto.
2018. Analisis Risiko Usaha Ayam Pedaging di Kabupaten Mojokerto. Vol. 18 No. 1:
77-92.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar