Rabu, 01 April 2020

Analisis Risiko Peternakan


Agribisnis peternakan bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dengan cara meminimalkan risiko. Dalam setiap usaha, besar kecilnya keberhasilan sangat terkait erat dengan risiko. Dalam norma bisnis, semakin besar peluang untuk berhasil maka semakin besar pula risikonya. Sehingga ada istilah high risk high return. Produksi pertanian termasuk di dalamnya peternakan berfluktuasi secara musiman dan secara finansial dipengaruhi oleh fluktuasi harga. Ketidakpastian harga ini sulit diprediksi secara tepat, krn kompleksnya faktor penyebabnya. ada yg disebabkan oleh ulah spekulan yang cenderung mencari keuntungan yang besar, ada jg yg disebabkan oleh rantai pemasaran yang panjang. Pertimbangan risiko merupakan suatu hal yg penting dalam mengevaluasi berbagai kebijakan ekonomi peternakan. Dibawah ini studi kasus mengenai analisis risiko peternakan.

ANALISIS RISIKO USAHA AYAM PEDAGING DI KABUPATEN MOJOKERTO
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber Penyebab risiko, menghitung besar risiko, dan menyusun strategi yang dapat diterapkan untuk mengendalikan sumber risiko yang paling menentukan dalam usaha ayam pedaging di Kabupaten Mojokerto.  Populasi dalam penelitian ini adalah peternak ayam pedaging di Kabupaten Mojokerto. Metode penarikan sampel dilakukan dengan proportional random sampling dan jumlah sampel yang dianggap representatif dari populasi adalah 36 responden.
Pada penelitian ini, sumber risiko yang teridentifikasi terbagi menjadi tiga yaitu risiko produksi, risiko pemasaran dan risiko keuangan.
Risiko Produksi
Risiko Produksi Berdasarkan hasil identifikasi sumber risiko produksi ada empat faktor risiko produksi yakni input produksi, sumber daya, lingkungan, dan teknis.
Faktor input teridentifikasi cenderungnya penggunaan obat kimia berpotensi penurunan output produksi. Obat atau vaksin yang digunakan peternak di daerah penelitian cenderung menggunakan obat kimia yang memiliki kelemahan produktivitas belum maksimal hal ini berdasarkan hasil produksi peternak dilapang yang menggunakan obat kimia sekaligus obat organik yang berimbang dapat menekan angka kematian ayam.
Lingkungan berupa cuaca yang tidak sesuai dengan kebutuhan tumbuh ayam seperti curah hujan yang tinggi, dan penyakit yang menyerang ayam menimbulkan terganggunya pertumbuhan ayam sehingga terjadi kesenjangan berat ayam, dan apabila tidak ditangani secara benar maka dapat berdampak matinya ayam yang membuat kuantitas hasil panen ayam menurun.
Risiko teknis sangat dipengaruhi oleh penggunaan obat yang kurang berimbang sehingga kekebalan tubuh ayam kurang baik, dan tidak adanya penggunaan alat yang modern terhadap budidaya membuat produksi yang didapatkan oleh peternak tidak mencapai maksimal.
Risiko Pemasaran
Sumber risiko yang diidentifikasi pada risiko pemasaran ada tiga faktor yaitu produk, pasar, dan kemitraan.
Faktor produk matinya ayam pada saat budidaya membuat jumlah ayam menurun dan tidak adanya penambahan jumlah ayam maka hasil nantinya pada produk siap jual juga menurun dari jumlah asal DOC, dan produk yang dijual dalam bentuk hidup membuat peternak minim dalam hal nilai tambah sehingga pendapatan pun menjadi rendah.
Dalam faktor pasar, pemasaran produk dilakukan sendiri-sendiri oleh peternak sehingga menyebabkan rendahnya posisi tawar peternak dalam menentukan harga produknya.
Faktor kemitraan yang menargetkan indeks performan (IP) membuat peternak apabila ingin mendapatkan keuntungan lebih harus mengejar indeks performan tersebut. Jika tidak memenuhi peternak hanya mendapatkan keuntugan yang minim.
Risiko Keuangan
Sumber risiko yang diidentifikasi pada risiko keuangan ada tiga faktor yaitu sumber dana, biaya, dan pendapatan.
faktor sumber dana adalah seringnya peternak dihadapkan pada keterbatasan modal karena hanya mengandalkan modal pribadi. Selain itu, adanya rasa takut peternak dalam memanfaatkan pinjaman modal dari perbankan menambah permasalahan keterbatasan modal.
Faktor biaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya keuntungan yang diperoleh peternak. Berdasarkan hasil penelitian, biaya yang dikeluarkan peternak masih relatif tinggi, hal ini disebabkan oleh tingginya harga saprodi, dan harga input produksi.
Faktor pendapatan terpaut masih tinggi, ketergantungan pemenuhan kebutuhan hidup peternak pada hasil usaha ayam pedaging, apabila usaha ayam pedaging peternak mengalami kegagalan, maka peternak akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.








Referensi:
Ramadhan B. D., Endang Y., dan Sudiyarto. 2018. Analisis Risiko Usaha Ayam Pedaging di Kabupaten Mojokerto. Vol. 18 No. 1: 77-92.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...