Rabu, 17 Maret 2021

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

 

Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam bentuk kemasan instan bubuk yang siap diseduh oleh konsumen. Anggota kelompok kami memiliki alasan masing-masing sehingga yakin dengan rencana usaha kami. Alasan tersebut adalah sebagai berikut:

Vaundrawati Dheananda Salsadyra

Menurutnya, adanya pandemi Covid-19 yang telah menggemparkan dunia setahun belakangan ini membuat adanya perubahan pada masyarakat. Perubahan tentang kepedulian mereka terhaddap pola kehidupannya. Peduli mengenai kebersihannya, pola makannya, dan tentunya daya tahan tubuhnya. Tidak sedikit masyarakat yang berusaha untuk menjaga daya tahan tubuh dengan ikhtiar mengatur pola makan, menjaga pola tidur, berolahraga, mengkonsumsi vitamin, atau mengkonsumsi jamu dari rempah-rempah tradisional. Covid-19 lebih mudah menyerang manusia yang memiliki penyakit bawaan. Bahkan mungkin bisa lebih sulit untuk sembuh dan risiko kematian lebh tinggi ketika orang yang memiliki penyakit bawaan terserang virus ini. Namun, dengan mengkonsumsi obat atau vitamin dari bahan kimia pastilah menimbulkan efek samping, sehingga tak sedikit orang yang tidak nyaman dengan efek samping yang ditimbulkan tersebut dan lebih memilih untuk mengkonsumsi ramuan-ramuan herbal tradisional. Di sisi lain tidak sedikit pula orang-orang yang ingin mencoba atau sudah lebih nyaman mengkonsumsi jamu herbal tetapi mereka terkendala dengan kemampuan, pengetahuan, dan waktu untuk membuatnya. Karena orang satu dengan yang lain memiliki kepentingan dan latar belakang yang berbeda yang bisa saja menjadi hambatan untuk membuat jamu sendiri.

Selain itu, ide usaha ini juga didasari karena ingin melindungi petani dari harga rempah-rempah yang rendah dan menjaga stok komoditas rempah-rempah dengan cara diversivikasi produk. Saat sebelum pandemi harga rempah-rempah sangat murah, sangat anjlok, seperti tidak sepadan dengan apa yang seharusnya didapat oleh petani rempah-rempah. Namun ketika pandemi melanda permintaan rempah-rempah melonjak tinggi hingga di beberapa daerah mengalami kelebihan permintaan dan itulah yang membuat harganya menjadi naik. Saat sebelum pandemi telah terjadi kelebihan penawaran membuat harganya menjadi murah dan banyak produk yang kualitasnya rusak atau kering dalam bentuk suatu komoditas, bukan olahan. Jadi jika komoditas rempah-rempah dijadikan produk seperti yang kami rencanakan kemungkinan umur simpannya menjadi lebih lama ketika permintaan akan komoditas ini mulai berkurang. Sedangkan saat pandemi harga yang naik menjadi peluang untuk usaha dengan mengemas jamu dari rempah-rempah ini secara ekslusif. Jadi ketika pandemi telah usai produk tetap dapat diproduksi dengan penurunan harga yang tidak terlalu merugikan untuk menyesuaikan pasar.

Syadza Afra Zakiyyah

Menurutnya, manfaat yang diperoleh ketika mengkonsumsi produk jamu herbal berbeda-beda dan memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Melalui pemanfaatan produk-produk instan, maka akan mengatasi masalah konsumen ketika terdapat keluhan pada pencernaan dan dapat mengatasi masalah lain yang kerap terjadi seperti nafsu makan yang berkurang, mengatasi jerawat, kolesterol, menjaga kesehatan jantung dan lain-lain. Oleh karena itu, diharapkan ide usaha yang dipilih dapat menjadi solusi bagi konsumen yang membutuhkan.

Luthfan Pangestu

Menurutnya, bisnis jamu merupakan peluang usaha yang bisa meraup keuntungan banyak. Apalagi saat ini digalakkan hidup sehat. Maka dari itu, banyak orang yang mulai beralih dari minuman instan seperti soda ke minuman herbal. Minuman herbal tradisional atau yang akrab disebut jamu memang sudah lama diminati masyarakat. Tak hanya berkhasiat, rasanya pun enak dan cocok untuk lidah orang Indonesia. Pada masa pandemi Covid-19, produk-produk herbal malah menjadi lifestyle, karena siapa pun menginginkan hidup yang sehat. Mereka lantas mengubah investasi ke arah kesehatan jangka panjang, dengan kembali ke alam. Sekarang ini lebih baik berinvestasi makanan sehat daripada investasi ke dokter atau rumah sakit. Jamu herbal ini memiliki banyak sekali manfaat dan masyarakat Indonesia banyak yang mengkonsumsi jamu herbal untuk kesehatannya. Selain itu jamu herbal ini memiliki kemasan yang sangat praktis dengan Netto 250 gram dan sangat mudah untuk dibuat sendiri di rumah.

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...