Rabu, 04 Maret 2020

Sistem dan Menejemen Agribisnis Peternakan


Secara konsepsional, sistem agribisnis merupakan semua kegiatan mulai dari pengadaan, penyaluran sarana produksi hingga pemasaran produk-produk pertanian dan agroindustri yang berkaitan satu dengan lainnya.
Ada juga yang mengatakan, sistem agribisnis adalah suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu aktifitas yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai sebuah konsep yang bisa menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan.

Manajemen Agribisnis merupakan sebuah kegiatan dalam bidang pertanian yang menerapkan manajemen dengan melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan dan pengendalian dan fungsi pengawasan dan pengendalian.
Dengan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan produk pertanian dan keuntungan yang maksimal.

Perbedaan antara manajemen agribisnis & manajemen bisnis lainnya :
҉   Keanekaragaman jenis bisnis pd bidang agribisnis sangat besar, yaitu mulai dr produsen primer sampai pedagang perantara, pengolah, pengepakan, manufaktur, lembaga keuangan, pengecer, restoran, rumah makan,dst.
҉   Jumlah agribisnis sangat besar. Banyak bisnis yg berbeda yg menangani rute perjalanan komoditas dr produsen ke konsumen
҉   Cara pendirian agribisnis dikelilingi oleh pengusaha tani
҉   Skala usaha agribisnis sangat beragam
҉   Falsafah hidup tradisionaal yg dianut sebagian besar produsen menyebabkan agribisnis lebih ketinggalandibanding bisnis lainnya
҉   Usaha agribisnis cenderung sebagai usaha keluarga
҉   Agribisnis kebanyakan berbasis pedesaan sehingga masih memiliki ikatan keluarga yg relatif tinggi
҉   Sifat produk yg umumnya cepat busuk, mudah rusak, tidak tahan lama, sehingga menuntut penanganan khusus
҉   Sifat produksi musiman, kecil-kecil tersebar sehingga menuntut penerapan manajemen yg berbeda
҉   Ancaman dr gejala alam yg tidak dapat diprediksi
҉   Kebijakan & program pemerintah sering sangat berpengaruh pd bidang agribisnis

2 Pendekatan kajian/analisis Agribisnis
1.    Pendekatan analisis makro
§  Memandang agribisnis sebagai unit sistem industri dr suatu komoditas tertentu, yg membentuk sektor ekonomi secara regional/nasional.  Pendekatan makro memberikan kerangka analisis utk tujuan pengembangan agribisnis nasional
§  Sistem agribisnis secara makro dipengaruhi lingkungan ekonomi, politik, sosial budaya, hankam & teknologi, baik nasional, regional maupun internasional
§  Untuk membangun sistem agribisnis nasional yg tangguh peran kebijakan pemerintah adalah menjadi penuntun, pendorong, pengawas, & pengendali system
§  Pendekatan makro mengkaji agribisnis berdasarkan hubungannya dgn produk domestik bruto, peningkatan pendapatan nasional, peningkatan kesempatan berusaha, pemerataan distribusi pendapatan, peningkatan ekspor, upaya substitusi impor, inflasi, penurunan tingkat pengangguran serta hubungannya dgn komponen ekonomi makro lainnya
2.    Pendekatan analisis mikro
§  Memandang agribisnis sbg suatu unit perusahaan yg bergerak baik dlm salah satu subsistem agribisnis maupun lebih dr satu subsistem yg bergerak.
§  Unsur-unsur yg mjd sasaran analisis dlm perusahaan agribisnis, yaitu aktivitas yg meliputi kegiatan pengadaan input, pengolahan, & pemasaran.
§  Selain itu, pada lingkup manajemen terdapat divisi riset & pengembangan, administrasi & personalia serta keuangan
§  Di luar lingup manajemen ada tenaga kerja/serikat pekerja, sumber-sumber pembiayaan (bank, investor, dll), pelanggan/konsumen, distributor, pemasok, serta karaktristik bahan baku & lingkungan tugas lainnya.
§  Lingkungan yg paling luar & tidak dapat dikuasai aktivitas manajemen adalah lingkungan jauh (lingkungan ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi & sumber daya alam)
Contoh sistem agribisnis berdasarkan kajian secara mikro :
1)    Perusahaan ayam petelur (bergerak dlm satu subsistem agribisnis & dlm satu lini komoditas)
2)    Perusahaan sapi perah, kolam ikan, budidaya sayur-sayuran (bergerak dlm satu subsistem agribisnis & beberapa lini komoditas)
3)    Perusahaan pakan ternak, pembibitan ayam, budidaya ayam, rumah potong ayam, pengolahan ayam (bergerak dlm beberapa subsistem)

Penerapan Sistem Agribisnis Peternakan Kambing Jawa Randu dalam Kerangka Pengembangan Wilayah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap
            Studi kasus penerapan system agribisnis peternakan kambing jawa di wilayah Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap didapati bahwa aktivitas peternakan kambing Karangpucung merupakan kegiatan usaha sambilan yang terdiri atas aktivitas hulu yaitu budidaya yang sangat sederhana, hilir yang hanya berupa pengolahan pupuk, dan penunjang. Kegiatan peternakan kambingnya belum berorientasi pada bisnis, sedangkan aktivitas peternakannya telah menimbulkan keterkaitan kebelakang dan ke depan (backward forward linkage). Namun aktivitas peternakannya masih terkonsentrasi pada kegiatan on farm, belum ada variasi usaha di subsistem hilir.
            Pendapatan peternak hanya Rp 676.875,- per bulan, namun jika dilakukan agroindustri berupa pengolahan kulit, susu, dan daging akan meningkatkan pendapatan bagi peternak/pelaku usaha. Apabila diterapkan sistem agribisnis peternakan kambing Karangpucung, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan penyediaan bahan pangan.



Sumber:
Prihatiningrum, Dewi Norytas. 2013. Penerapan Sistem Agribisnis Peternakan Kambing Jawa Randu dalam Kerangka Pengembangan Wilayah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol. 1 No. 2: 141-156

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...