Rabu, 26 Februari 2020

Peran Peternakan dalam Perekonomian Nasional


           Dalam perekonomian Indonesia, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting karena memberi kontribusi yang cukup besar terhadap PDB Nasional, penciptaan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, dan merupakan produk swasembada pangan. Pembangunan pertanian secara keseluruhan termasuk didalamnya pembangunan peternakan yang berperan sebagai penyedia protein hewani, penyedia bahan baku industri, penyerapan tenaga kerja dan investasi serta memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat desa dengan cara meningkatkan output dan pendapatan (Usman, 2006). Pertumbuhan rata-rata PDB subsektor peternakan antara tahun 2000-2006 setelah mengalami keterpurukan, PDB subsetor peternakan mulai bangkit kembali yaitu sebesar 3,63 persen per tahun. Pada periode yang sama, angka tersebut di atas laju pertumbuhan sektor pertanian (2,66%/tahun), subsektor tanaman pangan (2,05%/tahun), subsektor perkebunan (3,24%/ tahun), dan subsektor kehutanan (-0,07%/tahun) (BPS, berbagai terbitan).
          Menurut Priyarsono et al. (2005), subsektor peternakan mempunyai koefisien pengganda sebesar 7,23 untuk output bruto; 4,94 untuk tingkat keterkaitan; 2,14 untuk nilai tambah dan 1,79 untuk pendapatan rumah tangga. Maknanya, tiap 1 milyar rupiah diinjeksi ke subsektor ini akan meningkatkan output bruto bagi perekonomian Indonesia sebesar 7,23 milyar rupiah, meningkat-kan pendapatan di sektor lainnya sebesar 4,94 milyar rupiah, memberikan nilai tambah sebesar 2,14 milyar rupiah dan meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 1,79 milyar rupiah. Fakta itu mengindikasikan subsektor peternakan berpotensi dijadikan sumber pertumbuhan baru pada sektor pertanian.
          Subsektor peternakan dapat tumbuh sangat cepat, karena telah berkembangnya industri-industri peternakan saat ini. Dalam pengembangan sub sektor peternakan  sendiri perlu dan harus dipertimbangkan mengenai apakah suatu komoditi diinginkan oleh masyarakat untuk dikembangkan sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan wilayah secara berkelanjutan dapat terwujud. Sedangkan dalam upaya memperkuat posisi dan peranan subsektor peternakan, pemanfaatan potensi sumberdaya yang optimal perlu diarahkan kepada peningkatan produksi dengan prioritas utama pada pasar ekspor. Peranan peternakan dapat ditingkatkan melalui pengembangan dengan memanfaatkan peluang dan sumberdaya yang dimiliki setiap daerah (Soehadji 1994), sedangkan menurut Sugiyama et al 2003 yaitu ada beberapa daerah di Negara Jepang bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat suatu daerah.
          Sebenarnya pengembangan subsektor peternakan sendiri hakekatnya merupakan rangkaian upaya yang dilakukan untuk memfasilitasi, melayani, dan mendorong berkembangnya usaha komoditi peternakan sehingga memiliki nilai tambah yang dapat memberi dampak positif bagi setiap pelakunya, bahkan dapat juga memberi dampak terhadap perekonomian nasional. Program pengembangannya dapat dilakukan pada wilayah yang menjadi potensi ekonomi sektor peternakan berupa peningkatan kapasitas tenaga penyuluh/pendampingan bagi peternak di setiap wilayah sehingga akan meningkatkan populasi, produksi dan produktivitas sektor peternakan. 

Pangsa PDB Beberapa Komoditas Peternakan terhadap PDB Subsektor Peternakan atas Dasar Harga Konstan 1993 (%)

Sumber: Statistik peternakan berbagai tahun (diolah)


          Untuk melihat peranan subsektor peternakan dalam perekonomian adalah kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja. Kontribusi tersebut dapat dilihat dari jumlah rumah tangga peternak (RTP). Secara tidak langsung informasi ini menunjukkan peranan usaha ternak sebagai sumber pendapatan rumah tangga.

RTP menurut Jenis Ternak di Indonesia, 1983, 1993, dan 2003
 Sumber: Ditjenak, 2005; dan BPS, 2005


















 
BPS. 2003. Pendapatan Nasional Indonesia 1999-2002. Badan Pusat Statistik-Jakarta, Indonesia.
BPS. 2004. Pendapatan Nasional Indonesia 2000-2003. Badan Pusat Statistik-Jakarta, Indonesia.
BPS. 2005. Pendapatan Nasional Indonesia 2001-2004. Badan Pusat Statistik-Jakarta, Indonesia.
BPS. 2005a. Sensus Pertanian 2003: Analisis Rumah Tangga Usaha Peternakan. Badan Pusat Statistik-Jakarta, Indonesia.
BPS. 2006. Pendapatan Nasional Indonesia 2002-2005. Badan Pusat Statistik-Jakarta, Indonesia.
Soehadji. 1994. Membangun Peternakan yang Tangguh. Orasi Ilmiah. Bandung (ID): Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Padjadjaran.
Sugiyama M, Iddamalgoda A, Oguri K, Kamiya N. 2003. Development of Livestock Sector in Asia: An Analysis of Present Situation of Livestock Sector and Its Importance for Future Development. Development of Livestock Sector in Asia. 3(5):1-9.
Usman S. 2006. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.
Yulia. 2018. Rancangan Strategic Architecture Subsektor Peternakan Dalam Pembangunan Ekonomi Kabupaten Agam Sumatera Barat. Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis Vol. 2, No. 2: 70-77

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...