Minggu, 16 Februari 2020

Perkenalan Agribisnis Peternakan



Dalam hidup manusia dibutuhkan makanan sebagai salah satu sumber kehidupannya. Sumber makanan ini dapat berasal dari hewan dan tumbuhan. Sumber makanan yang berasal dari hewan dapat diperoleh dari ternak dan ikan. Seiring berjalannya waktu, jumlah populasi manusia yang tentunya membutuhkan makanan tersebut bertambah. Jadi kebutuhan pangan yang mereka perlukan juga semakin bertambah. Namun apabila sumber-sumber pangan hanya dikonsumsi tanpa dilakukan reproduksi, tentunya tidak akan dapat mencukupi kebutuhan pangan manusia. Untuk menyediakan bahan pangan tersebut perlu adanya kegiatan produksi pertanian. 


Pertanian dalam arti sempit yaitu suatu budidaya tanaman ke dalam suatu lahan untuk mencukupi kebutuhan manusia. Sedangkan dalam arti luas pertanian adalah semua yang mencakup kegiatan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Pertanian tentu sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan pangan  manusia. Usaha pertanian yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip dasar komersial atau ekonomi yang berperan sebagai upaya penyediaan pangan bagi manusia tersebut disebut dengan agribisnis.
Hewan sebagai sumber protein dalam makanan manusia tentu ketersediaannya sangat dibutuhkan. Sehingga ada orang yang melakukan proses agribisnis di bidang peternakan maupun perikanan. Agribisnis peternakan sendiri memiliki arti suatu ssstem pengelolaan ternak secara terpadu dan menyeluruh yang meliputi kegiatan mulai dari pembuatan (manufacture) dan distribusi sarana produksi ternak (sapronak), kegiatan usaha produksi (budidaya), penyimpanan dan pengolahan, serta penyaluran dan pemasaran produk peternakan yang didukung oleh lembaga penunjang seperti perbankan dan kebijakan pemerintah.
Sebenarnya semua jenis kegiatan agribisnis (termasuk agribisnis peternakan dapat didefinisikan secara ekonomi yang saling berkaitan menjadi 3 sektor, yaitu:
1.  The input supply sector atau sektor pemasok input pertanian yaitu sektor yang memberikan pasokan bahan dan peralatan pertanian untuk beroprasinya the farm product sector. Sektor ini memasok pakan ternak/ikan, benih, pupuk, bahan bakar minyak, alat pertanian, peptisida, dll.
2.     The farm product sector atau sektor budidaya pertanian merupakan sektor ynag mebngubah input pertanian menjadi output atau komoditas primer hasil pertanian. Sektor ini meliputipertanian pertanian dalam arti luas. Komoditas primer yang dihasilkan adalah bahan pangan (jagung, padi, kedelai), daging, ikan, telur, susu, sayur atau hortikultura, kayu, dan produk olahan lainnya.
3.    The product marketing sector atau sektor pemasaran hasil pertanian yang melibatkan individu dan perusahaan yang menangani dan mengolah komoditas primer sampai ke konsumen akhir. Contoh: broker, makelar, agen perantara, pengecer, eksportir, importir, dll. 

            Dalam agribisnis peternakan terdapat 4 subsistem yang terdiri dari:
1.  Subsistem agribisnis hulu peternakan (uptream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi dalam peternakan yang menghasilkan sapronak (industri pembibitan, pakan, obat-obatan/vaksin, peralatan dan lain-lain).
2.  Subsistem usaha/budidaya peternakan (on-farm agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sapronak untuk menghasilkan komoditi peternakan primer.
3.   Subsistem agribisnis hilir peternakan (downstream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah komoditas peternakan primer menjadi produk olahan (industri pengolahan: daging, susu, telur, kulit, industri restoran dan makanan/food service industries serta perdagangannya).
4.    Subsistem penunjang (supporting institution) yaitu kegiatan ekonomi yang menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh ke tiga subsistem lainnya seperti transportasi, penyuluhan dan pendidikan, penelitian dan pengembangan, perbankan, kebijakan pemerintah (anggaran pembangunan, harga input dan output, pemasaran dan perdagangan, dan SDM).
            Diantara subsistem agribisnis yang telah disebutkan, ada subsistem yang mempunyai nilai tambah yang sangat kecil yaitu subsistem on farm. Maka dari itu masyarakat yang berperan pada subsistem tersebut relatif mendapatkan pendapatan yang kecil diiringi dengan kekurang layakan kondisi ekonomi. Sehingga kehidupan ekonominya pun tidak mengalami perubahan yang sangat berarti (Saragih, 2001).
            Maka dari itu selain keahlian beternak, agribisnis peternakan juga memerlukan keahlian menejemen dan kewirausahaan agar dapat mencapai tujuan dari dilakukannya usaha peternakan. Ketiganya harus dimiliki secara seimbang dalam menjalankan suatu usaha peternakan (Rasyaf, 2000). Apabila ketiga hal tersebut telah berjalan seimbang maka kehidupan ekonomi para pelaku pada tiap subsistem bisa jadi akan membaik seperti yang diharapkan.

Daftar Pustaka
Rasyaf, M. 2000. Memasarkan Hasil Peternakan. Penebar Swadaya. Bogor
Saragih, Bungaran. 2001. Suara dari Bogor : Membangun Sistem Agribisnis. Yayasan USESE bekerjasama dengan Sucofindo. Bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...