Selasa, 10 Maret 2020

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI AGRIBISNIS PETERNAKAN


Menurut Martinich (1996) manajemen pengoperasian terdiri dari perencanaan produksi, penyusunan atau perancangan system produksi. Pengertian produksi menurut Downey  dan Erickson (1987) yaitu seperangkat prosedur dan kegiatan yang terjadi di dalam penciptaan produk. Input produksi peternakan terdiri dari lahan, tenaga kerja, capital (peralatan dan lain-lain), dan skill (kemampuan). 

Terdapat dua tipe sistem produksi
1.     Proses produksi berkesinambungan (continuous) ialah tahapan dalam mengelola bahan yang terus bergerak hingga menghasilkan sebuah produk.
2.    Proses produksi terputus putus (all in all out) ialah sekumpulan komponen bahkan lebih yang akan diproses atau sedang menunggu dan membutuhkan persediaan barang saat proses.

Jenis-jenis proses produksi
1.     Penguraian : banyak jenis produk dari satu jenis barang
2.    Peramuan : satu jenis produk dari banyak jenis barang
3.    Usaha ekstraktif : memindahkan produk dari lingkunga alamnya
4.    Pengolahan : mengubah bentuk bahan agar lebih mudah dipasarkan 

Inti dari Kegiatan Manajemen
1.     Telling : Kegiatan menyampaikan pesan atau kemampuan melakukan komunikasi, motivasi dan persuasi.
2.    2. Selling : Kegiatan menjual atau menawarkan. Hal ini terkait dalam proses negosiasi pengadaan sarana produksi, melakukan kontrak/penjualan hasil.
3.    Testing : Kegiatan melakukan penilaian, pengkajian atau percobaan sesuatu yang berupa pengetahuan, keterampilan, sikap kepribadian (tenaga kerja/calon karyawan) barang (sarana produksi : pakan dan obat-obatan) dan alat (tempat minum, kandang).
4.    4.Consulting = kegiatan konsultasi, seperti menanyakan teknologi yang menguntungkan kepada lembaga atau pihak-pihak terkait, mengetahui kebijakan pemerintah atau mendiskusikan cara mengatasi perselisihan baik tentang gangguan ketertiban farm (usaha peternakan) maupun perjanjian dengan mitra kerja.
5.    Joining = Kegiatan kerja sama. Diakui atau tidak, maju atau mundurnya usaha sangat tergantung pada kemampuan seseorang melakukan kerja sama.
Kunci keberhasilan terletak pada human relation (hubungan kemanusiaan) bentuk kerjasama dengan tenaga kerja, rekan atau mitra kerja dengan para pemimpin (formal/non formal) dan yang paling penting adalah dengan konsumen.
6.    Delegating = merupakan pelengkap inti manajemen yang lain. Contoh, untuk mencari pasar yang menjanjikan prospek lebih bagus diperlukan hunter yang memburu ketempat pembeli. Untuk ini diperlukan keterlibatan beberapa orang. Baik staf atau tenaga kerja maupun mitra kerja.


STUDI KASUS
HUBUNGAN MANAJEMEN PRODUKSI TERHADAP ANALISIS USAHA PETERNAKAN KAMBING DI KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1.     manajemen produksi usaha peternakan kambing,
2.    analisis usaha peternakan kambing, dan
3.    hubungan manajemen produksi terhadap analisis usaha peternakan kambing.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa untuk menejemen produksi usaha, peternak kambing di Kecamatan Candi Kabuupaten Sidoarjo melakukan manajamen pemeliharaan meliputi frekuensi pembersihan kandang, frekuensi pembersihan tempat makan dan minum, lama pemeliharaan, intensitas memandikan kambing, pencatatan dan renovasi kandang serta manajemen pakan berupa penerapan teknologi pakan.
Dari keenam variable indicator menejemen pemeliharaan, variable yang berpengaruh paling tinggi adalah frekuensi pembersihan kandang dan frekuensi pembersihan tempat makan dan minum. Pembersihan tempat pakan dan minum dilakukan bersamaan dengan pembersihan kandang. Dalam upaya menjaga kebersihan, kambing dimandikan minimal sekali dalam dua minggu, sebaiknya pemandian dilakukan saat pagi cerah agar kambing lebih cepat kering. Secara tidak langsung, kebersihan tubuh kambing memiliki dampak terhadap peningkatan tingkat produksi.
Penerapan Teknologi pakan yang dibuat peternak kambing Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Berupa pembuatan silase dan formulasi pakan konsentrat. Pakan tambahan yang digunakan adalah kulit kacang hijau dan tumpi jagung. Pencampuran ampas tahu dan kulit kedelai dicampur dengan kulit kacang hijau atau tumpi jagung kemudian ditambahkan garam dapur. Hal tersebut dilakukan untuk efisiensi penggunaan biaya dalam hal penyediaan pakan serta menutupi kekurangan gizi dari hijauan.
Untuk lama pemeliharaan 5-7 bulan yang dilakukan peternak disesuaikan kondisi minat pasar pada umumnya. Dapat disimpulkan bahwa manajemen produksi pada usaha peternakan kambing di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo dapat dikatakan baik pada semua sistem manajemen produksi.
Untuk analisis usahanya, upaya yang dilakukan peternak di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo yaitu telah memiliki pencatatan. Peternak Kambing di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Lebih banyak memiliki pencatatan tentang jual beli kambing agar peternak dapat mengadakan evaluasi terhadap peternakannya. Catatan terpenting yang dimiliki peternak adalah catatan kesehatan dan biaya pengeluaran. Dari hasil analisis usaha yang telah dilakukan usaha peternakan kambing di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo dapat dikategorikan dalam usaha yang layak untuk dilaksanakan dengan nilai rata-rata BEP Produksi 27 ekor, rata-rata BEP Harga Rp. Rp. 2.082.078,-, rata-rata nilai PP 1,22 dan rata-rata nilai Rasio R/C sebesar 1,33.
Kesimpulan akhir yang dapat diambil yaitu terdapat hubungan manajemen produksi terhadap analisis usaha peternakan kambing di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Komponen manajemen produksi yang berpengaruh pada analisis usaha adalah manajemen pemeliharaan dan manajemen pakan. 







Sumber: 
Ritonga M. Z., Koesnoto S., dan Sri Hidanah. 2017. Hubungan Manajemen Produksi Terhadap Analisis Usaha Peternakan Kambing Di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Agroveteriner. Vol. 5 No. 2; 200-207
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=2ahUKEwjzkYWs74joAhUWOSsKHbaBD5IQFjAAegQIARAB&url=http%3A%2F%2Falmasdi.staff.unri.ac.id%2Ffiles%2F2011%2F10%2F04-Manajemen-Produksi-AGR.pdf&usg=AOvVaw37HeeHO_zlTqZTwNvM7lSo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...