Kamis, 17 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN 4P : PRODUCT, PLACE, PRICE, PROMOTION

Product (Produk)

Produk merupakan hasil dari sebuah proses pengolahan atau produksi suatu input hingga menjadi output baik dalam menjadi produk ahir maupun produk setengah jadi. Produk juga dapat diartikan segala seuatu yang dapat dipasarkan supaya mendapatkan perhatian dan memberi ketertarikan untuk dibeli, diminta, dan dikonsumsi sehingga dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan yang dapat menciptakan kepuasan konsumen dapat berupa barang maupun jasa.

A.    Produk berupa barang

Menurut Fandy Tjiptono, barang merupakan produk dengan wujud fisik sehingga bisa dilihat, dirasa, disentuh, dipegang, dan mendapatkan perlakuan fisik. Sehingga barang memiliki karakterisik sebagai berikut:

1.      Dapat dipegang

2.      Dapat diangkut

3.      Dapat dimiliki dan dijual

4.      Dapat disimpan

5.      Memiliki wujud

6.      Pengukuran mutu mudah dilakukan

7.      Otomatisasi mudah

8.      Produksi dan konsumsinya terpisah

9.      Penjualan dan produksinya terpisah

10.  Produk menghasilkan penerimaan

Macam-macam barang yaitu:

1.      Barang bergerak adalah kendaraan seperti traktor, motor, mobil, kapal, dan lain-lain.

2.      Barang tidak bergerak berarti benda yang tidak dapat berpindah, seperti pohon, tanah, rumah, dan lain-lain.

3.      Barang berwujud berarti benda yang memiliki bentuk fisik tertentu, seperti beras, minyak, gula, dan lain-lain.

4.      barang tidak berwujud antara lain adalah air dan gas.

Dalam menentukan produk apa yang akan dibuat, pengusaha dapat mengidentifikasi berdasarkan minat dan kebutuhan konsumen, antara lain:

1.      kebutuhan pokok (utama): kebutuhan barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi seseorang seperti sandang, pangan, papan.

2.      kebutuhan penunjang: kebutuhan barang untuk pemuas yang menunjang kehidupan agar lebih baik seperti barang elektronik, barang untuk perawatan tubuh, dan semacamnya.

3.      kebutuhan pelengkap (mewah): barang pelengkap yang bersifat mewah seperti motor, mobil, perhiasan, dan semacamnya.

Kemudian produsen perlu melakukan klasifikasi barang berdasarkan kebiasaan konsumen dalammembeli barang, yaitu:

1.      barang shoping: barang yang hanya bisa diperoleh di tempat tertentu seperti barang elektronik, mobil, motor, perhiasan, dan lainnya

2.      Barang yang mudah didapat: barang yang dapat diperoleh dengan mudah dimana-mana seperti beras, gula, sabun, dan lainnya.

B.     Produk berupa jasa

Menurut kotler, jasa adalah kegiatan yang dapat ditawarkan oleh penjual kepada pembeli dimana tidak berwujud dan tidak menimbulkan perpindahan kepemilikan. Sehingga jasa memiliki karakteristik sebagai berikut:

1.      Tidak berwujud

2.      Tidak bisa atau sulit untuk dijual kembali

3.      Umumnya tidak dapat dikonsumsi

4.      Produksi dan konsumsi terjadi secara bersama

5.      Pengukuran mutu sulit dilakukan

6.      Proses merupakan bagian dari jasa

7.      Tinggi interaksi

8.      Produk tidak dijual, tetapi disediakan

9.      Kumpulan jasa dapat menghasilkan penerimaan

Jasa memiliki sifat sebagai berikut:

1.      Berubah-ubah (variability): jasa tergantung pada siapa yang menyajikan, dimana disajikan, dan juga kapan akan disajikan, maka dari itu jasa dapat berubah-ubah

2.      Daya tahan (perishability): daya tahan jasa akan baik ketika permintaan ada dan stabil. Namun ketika permintaan tidak stabil bisa menjadi masalah

3.      Tidak berwujud (intangiability ): jasa tidak dapat dilihat dan diraba oleh pihak penyedia dan pihak penerima

4.      Tidak dapat dipisahkan (inseparability): jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya baik itu manusia maupun alat/mesin.

Macam-macam produk jasa:

1.      Jasa perantara perdagangan

2.      Jasa hiburan

3.      Jasa konsultan, pengacara, akuntan

4.      Jasa transportasi

5.      Jasa asuransi

6.      Jasa servis

7.      Jasa salon kecantikan

C.     Perbedaan strategi pemasaran produk dengan jasa

Dasar untuk Perbandingan

Pemasaran produk

Pemasaran Layanan

Berarti

Pemasaran produk mengacu pada proses di mana kegiatan pemasaran diselaraskan untuk mempromosikan dan menjual produk tertentu untuk segmen tertentu.

Pemasaran layanan menyiratkan pemasaran kegiatan ekonomi, yang ditawarkan oleh bisnis kepada kliennya untuk pertimbangan yang memadai.

Bauran pemasaran

4 P

7 P

Menjual

Nilai

Hubungan

Siapa yang datang kepada siapa?

Produk datang ke pelanggan.

Pelanggan datang ke layanan.

Transfer

Itu dapat dimiliki dan dijual kembali ke pihak lain.

Itu tidak dimiliki atau ditransfer ke pihak lain.

Pengembalian

Produk dapat dikembalikan.

Layanan tidak dapat dikembalikan setelah diberikan.

Tangibilitas

Mereka nyata, sehingga pelanggan dapat melihat dan menyentuhnya, sebelum sampai pada keputusan pembelian.

Mereka tidak berwujud, sehingga sulit untuk mempromosikan layanan.

Sifat dpt dipisahkan

Produk dan perusahaan yang memproduksinya, dapat dipisahkan.

Layanan tidak dapat dipisahkan dari penyedianya.

Kustomisasi

Produk tidak dapat dikustomisasi sesuai persyaratan.

Layanan bervariasi dari orang ke orang, mereka dapat disesuaikan.

Citra

Mereka adalah citra dan karenanya, menerima respons cepat dari pelanggan.

Mereka bukan pencitraan dan tidak menerima respons cepat dari pelanggan.

Perbandingan kualitas

Kualitas suatu produk dapat dengan mudah diukur.

Kualitas layanan tidak dapat diukur.

 

D.    Kasus

TREND PRODUKSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN KOMODITAS BUAH NAGA DI KABUPATEN JEMBER

Pemasaran buah naga pada studi kasus ini produsen menggunakan strategi bauran pemasraan 4P. pada bauran pemasaran peroduk, produsen konsen pada peningkatan produknya untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Strategi produk  yang dilakukan adalah berupaya menghasilkan buah naga yang memiliki rasa manis, daging buah yang kenya, warna buah yang cerah untuk menarik minat konsumen, dan ukuran buah yang besar. Buah naga dengan standar kualitas di atas dapat diperoleh melalui budidaya dengan cara tanam organik. Kualitas buah naga yang baik berbanding lurus dengan penjualan buah naga tersebut. Semakin baik kualitasnya maka semakin meningkat pula penjualannya.

Place (Lokasi)

Menurut Kotler (2009) lokasi merupakan strategi yang menentukan dimana dan bagaimana pelaku usaha memjual produknya. Hal yang peting dalam strategi ini adalah menetapkan lokasi distributor atau outlet yang memungkinkan untuk konsumen dapat melihat produk yang sedang ditawarkan. Dalam bauran pemasaran, lokasi ini merupakan sebuah keputusan terkait tempat operasi suatu usaha beserta dengan kegiatan-kegiatannya.

A.    Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran

1.      Akses: lokasi yang dilalui mudah dijangkau sarana transportasi umum

2.      Visibilitas: lokasi atau tempat yang dapat dilihat dengan jelas dari jarak pandang normal

3.      Lalu lintas:

a.       Banyak orang yang berlalu lalang bisa memberikan peluang besar terjadinya impulse buying

b.      Kepadatan dan kemacetan lalu lintas bisa juga menjadi hambatan

4.      Tempat parkir: luas, nyaman dan aman

5.      Eksanasi: tersedia tempat yang cukup luas untuk perluasan usaha dikemudian hari

B.     Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran

Keselamatan dan kesehatan kerja mutlak harus dilakukan dalam perusahaan sebagai usaha mencegah dan mengendalikan kerugian yang diakibatkan dari adanya kecelakaan, kebakaran, kerusakan harta benda perusahaan dan kerusakan lingkungan serta bahaya-bahaya lainnya. Sasaran pencapaian pengelolaan K3 adalah nihilnya kecelakaan yang disertai dengan produktivitas yang tinggi sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai secara optimal.

Penerapan K3 adalah sebagai usaha penjabaran Undang-Undang No.1 tahun 1970 dari peraturan K3 lainnya dalam melakukan perlindungan terhadap aset perusahaan baik sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya. K3 sedah terintegrasi didalam semua fungsi perusahaan baik fungsi perencanaan, produksi dan pemasaran serta fungsi-fungsi lainnya yang ada dalam perusahaan.

Dasar pelaksanaan K3 sebagai berikut :

1.   Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.

2.   Setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu jaminan keselamatan.

3.   Setiap sumber-sumber produksi yang digunakan secara efisien dan efektif.

4.   Pengurus / Pimpinan perusahaan diwajibkan memenuhi dan mematuhi semua syarat-syarat dan ketentuan K3 yang berlaku pada perusahaan dan tempat kerja yang dijalankan.

5.   Setiap orang yang memasuki tempat kerja diwajibkan mentaati semua persyaratan K3.

6.   Tercapainya kecelakaan nihil.

C.     Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Saluran distribusi merupakan sebuah susunan organisasi yang berada di dalam maupun di luar perusahaan yang memiliki hak untuk memindahkan kepemilikan suatu produk dari produsen ke konsumen. Dalam pemasaran, distribusi berguna untuk mengontrol dan memastikan ketersediaan produk yang diperlukan oleh konsumen pada waktu dan tempak yang tepat. Semakin banyak sarana distribusi maka perusahaan akan semakin luas menjangkau pasar. Dengan begitu produk akan semakin mudah untuk didapatkan sehingga proses distribusi berjalan baik dan penjualan produk sangat berpeluang untuk mengalami peningkatan.

Adapun gungsi disrtribusi terdiri dari:

1.      Information, saluran distribusi sebagai pengumpul informasi terkait konsumen dan pesaing.

2.      Promotion, saluran distribusi sebagai pengembang dan penyebar komunikasi persuasif yang berhubungan dengan produk penawaran perusahaan.

3.      Negotiation, saluran distribusi sebagai penyepakat harga dan syarat-syarat lain yang kemudian memunculkan perpindahan hak kepemilikan produk. Ordering, yakni sebagai fungsi agar pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.

4.      Payment, supaya konsumen membayar tagihan atas produk kepada penjual/produsen.

5.      Title, dengan saluran distribusi dapat mendorong terjadinya perpindahan hak kepemilikan barang kepada pihak lain.

6.      Physical Possession, sebagai pengangkut dan penyimpan barang dari bahan mentah sampai barang jadi yang akhirnya sampai kepada konsumen.

7.      Financing, sebagai peminta dan pemanfaat dan untuk para pekerja yang terlibat dalam saluran distribusi.

8.      Risk Taking, sebagai penanggung risiko yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi dengan melakukan hal-hal tertentu seperti riset pemasaran.

D.    Tipe-tipe Distribusi

Saluran Distribusi

1.      Produsen ke Konsumen

Strategi ini merupakan strategi distribusi yang singkat dimana produk dari produsen yang didistribusikan ke konsumen akhir.

2.      Produsen, Pengecer, dan Konsumen

Pada saluran ini produsen tidak langsung menemui konsumen untuk menyalurkan produknya. Namun ada pihak perantara diantara keduanya yaitu pengecer. Dimana produsen mendistribusikan produknya terlebih dahulu ke pengecer dan selanjutnya pengecer akan mendistribusikan ke konsumen akhir.

3.      Produsen ke Pedagang Besar, Pengecer ke Konsumen

Saluran ini produsennya adalah produsen dengan produktivitas tinggi. Kemudian produsen akan menyalurkan produknya ke pedagang besar. Dari pedagang besar inilah pengecer dalam saluran ini mendapatkan produk yang akan dijual. Akhirnya pengecer akan mendistribusikan produk ke konsumen akhir.

Distribusi Eceran/Ritel

1.      Strategi Insentif

Strategi dasar untuk memposisikan produk. biasanya dilakukan dengan mendistribusikan produk secara eceran dimana pengecernya disebut juga sebagai distributor. Apabila produsen ingin mengaplikasikan strategi ini maka harus dapat melihat pasaran yang sering digunakan dan melihat produk yang memiliki tingkat kebutuhan dengan instensitas yang tinggi.

2.      Strategi Selektif

Pada strategi ini produsen lebih selektif untuk memilih distributor yang tepat untuk mendistribusikan produknya. Anggap saja dalam satu silayah terdapat beberapa distributor tetapi produsen tidak memilih semua distributor atau pengecer untuk menjadi agen distributor.

3.      Strategi Eksklusif

Dalam strategi ini, produk yang akan didistribusikan adalah produk yang memiliki kualitas dan kuantitas lebih tinggi. Untuk itu pendistribusiannya tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. Produk dengan kualitas yang tinggi tentu dibarengi dengan harga yang tinggi pula. Maka dari itu pendistribusian menjadi lebih sulit. Sehingga kuantitas konsumen sasarannya lebih sedikit.

Ditribusi Berganda

Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran distribusi yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan akses yang optimal dalam tiap segmen. Sehingga produsen dapat memperluas cakupan pasar, menurunkan biaya distribusi, dan menyeragamkan penjualnya.

1.      Saluran Komplementer: masing-masing saluran distribusi menjual produk yang tidak saling berhubungan dengan alasan:

a.       Saluran distribusi yang telah ada telah mencapai titik jenuh, sehinggaproduk baru harus didistribusikan melalui saluran yang berbeda

b.      Pertumbuhan saluran distribusi tradisional telah terhenti.

c.       Perusahaan yang melayani suatu daerah yang pada satu tempat penduduknya pedat tetapi di tempat lain penduduknya jarang.

d.      Karakteristik produk dari perusahaan tidak memenuhi syarat untuk disalurkan di suatu saluran, sehingga distribusinya harus melewati saluran yang lain.

2.      Saluran kompetitif: ketika produk yang sama dijual melalui saluran yang berbeda dan diantaranya terjadi persaingan.

Contoh sederhana tipe-tipe distribusi:

a)      Produsen konsumen; contoh: warung makan

b)      Produsen retailer konsumen

c)      Produsen whole seller – retailer – konsumen

d)      Produsen Agen Retailer – konsumen

e)      Produsen Agen Whole Seller – Retailer – konsumen

Untuk memilih apakah perusahaan itu memakai distribusi panjang atau pendek, tergantung dari:

1.      Lokasi

2.      Daya beli masyarakat

3.      Kebutuhan pasar

4.      Kebijakan manajemen

5.      Ketahanan barang/umur ekonomis

6.      Pelayanan

7.      Jenis produk (konsumsi/produksi)

E.     Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Terdapat kriteria yang digunakan dalam evaluasi saluran distribusi:

1.      Biaya: infromasi terkaitan klasifikasi biaya distribusi utama dan sub biaya utama sehingga dapat dilakukan analisis biaya seperti memperkirakan perilaku biaya saluran alternatif menggunakan data-data yang relevan.

2.      Cakupan pasar: perkiraan perubahan penjualan jika penetrasi pasar benar-benar baru dilakukan.

3.      Layanan pelanggan: mengidentifikasi jasa layanan yang diinginkan pelanggan, memilih saluran distribusi sesuai dengan kesanggupan dan kesediaan tiap alternatif saluran untuk memerikan jasa tersebut.

4.      Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran: mengambil tindakan yang dapat mengurangi jarak antara hasil yang diharapkan dengan hasil kenyataan.

5.      Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan kerjasama dalam promosi produk

Namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan saluran distribusi, antara lain yaitu:

1.      Vertical Marketing System (VMS)

Jaringan yang dikelola secara terpusat dan profesional sejak awal didesain untuk mencapai pengheatan dalam operasi dan hasil pemasaran yang maksimal. VMS didesain untuk mencapai penghematan teknologi, manajerial, dan promosi melalui intigrasi, koordinasi, dan sinkronisasi aliran pemasaran dari produsen ke konsumen akhir. Terdapat 3 jenis VMS:

a.       Corporate VMS: jaringan yang terbentuk jika para anggota saluran di tingkat distribusi yang berbeda dimiliki dan dioperasikan oleh satu perusahaan. Keuntungan dari bentuk ini adalah: kegiatan operasi bersifat relatif stabil, material dan pasokan terjamin, pengendalian distribusi dapat dilakukan dengan lebih baik, mutu dapat lebih terkendali, fasilitas riset lebih besar, kekuatan membeli lebih besar, pengeluaran eksekutif lebih rendah, konsumen juga diuntungkan dengan produk yang lebih baik dan lebih murah.

Corporate VMS dapat berbentuk integrasi kedepan maupun ke belakang (backward and forward integration). Kedua bentuk ini dapat dilakukan secara penuh maupun parsial. Integrasi ke depan terbentuk bila pedagang grosir mendirikan sendiri outlet retailnya.  Sedangkan integrasi ke belakang dilakukan apabila retailer atau wholesaler memliki pemasok barang dan jasa sendiri. Keuntungan integrasi ke belakang ini adalah terjaminnya barang dagangan atau bahan mentah yang kualitasnya konsisten secara berkesinambungan, aliran fisik, informasi dan transaksi dapat dilakukan secara efektif dan efesien, dapat menjadi faktor pendukung keunggulan bersaing. 

b.      Administrated VMS: jaringan dimana kegiatan– kegiatan pemasarannya terkoordinasi dalam suatu program yang disusun oleh satu atau beberapa perusahaan dimana perusahaan yang bersangkutan tidak berstatus sebagai pemilik keseluruhan jaringan.

c.       Contractual VMS: jaringan yang terdiri dari anggota – anggota saluran independent yang mengintegrasikan program – program pemasarannya dalam perjanjian (kontrak)untuk mencapai penghematan dan hasil pemasaran yang lebih baik.

2.      Horisontal Marketing System merupakan jaringan yang terbentuk bila beberapa perusahaan perantara yang tidak berkaitan menggabungkan sumberdaya dan program pemasarannya untuk memanfatkan peluang pasar yang ada, yang dalam hal ini mereka berada di bawah satu manajemen. Hal ini dikarenakan masing-masing perusahaan tidak memiliki sumber–sumber modal, pengetahuan produksi dan pemasaran untuk menjalankan usaha sendiri dan mereka tidak berani menanggung resiko.

F.      Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi

Pada saluran distribusi tidak terlepas dari kemunculan konflik yang dapat menganggu kelancaran usaha, maka dari iru perlu adanya manajemen apabila terjadi konflik dalam saluran pemasaran. Konflik yang terjadi pada saluran pemasaran terbagi menjadi dau:

1.      Konflik horizontal

Konflik yang terjadi diantara perantara yang menjul barang sejenis. Sumber konflik horizontal biasanya disebabkan oleh adanya perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.

2.      Konflik vertikal

Konflik yang terjadi diantara anggota saluran distribusi dan terdiri dari konflik antara produsen dan pedagang grosir. Biasanya konflik ini disebabkan oleh ketidaksamaan tujuan, hak, dan peranan yang tidak jelas, perbedaan persepsi, dan besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.

Konflik yang muncul harus dilakukan manajemen untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Untuk mengelola dan menangani konflik dalam saluran pemasaran dapat diterapkan beberapa cara sebagai berikut:

1.      Bargaining: salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar menawar, dimana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga melakukan hal yang sama. Cara ini dapat dilakukan jika:

·         Kedua belah pihak bersedia memberi dan menerima

·         Manfaat yang diperoleh dan tawar menawar yang dilakukan cukup menguntungkan masing–masing pihak.

2.      Boundary: menangani konflik dengan diplomasi, dimana kedua belah pihak mengirim wakil–wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi. Cara ini akan berhasil jika wakil yang dikirim benar–benar memahami permasalahannya, mempunyai pengaruh besar dan kedua belah pihak bersedia berunding.

3.      Interpenetration: pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing. Dalam hal ini diperlukan kesediaan kedua belah pihak untuk berinteraksi, misalnya dengan bergabung dalam suatu asosiasi dagang.

4.      Superorganizational:  menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menangani konflik. Ada 4 cara yang bisa dilakukan, antara lain:

·         Conciliation, yaitu upaya informal pihak ketiga untuk mempertemukan pihak–pihak yang terlibat konflik dalam rangka membuat perjanjian damai.

·         Mediation, yaitu pihak ketiga merekomendasikan penyelesaian bagi kedua belah pihak.

·         Compulsory albitration, yaitu menggunakan lembaga hukum untuk menyelesaikan konflik.

·         Voluntary albitration, yaitu menggunakan pihak ketiga yang disepakati bersama (di luar lembaga hukum) untuk menyelesaikan konflik.

5.      Superordinate goal: para anggota saluran yang terlibat konflik menetapkan tujuan bersama.

6.      Exchange of person: masing–masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil. Tujuannya adalah agar masing–masing pihak memahami sudut pandang dan situasi yang dihadapi pihak lainnya.

7.      Cooptation: menggunakan pemimpin organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasehat atau dewan direktur untuk didengar pendapatnya dalam penyelesaian konflik. Tujuan dari semua alternatif tersebut adalah untuk menghasilkan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak yang berselisih sehingga mereka semua bersedia untuk secara bersama–sama melaksanakan apa yang telah disepakati.

Price (Harga)

Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang dapat menghasilkan pendapatan melalui penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menetapkan harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen tertarik dan mau membeli produk yang ditawarkan agar perusahaan mendapatkan keuntungan.

Penetapan harga merupakan suatu strategi yang menjadi kunci dalam perusahaan sebagai bentuk konsentrasi dari deregulasi dan persaingan pasar secara global yang semakin sengit.

Harga dapat mempengaruhi persepsi pembeli, arus keuangan, dan dalam menentukan posisi merek. Karena hal tersebut harga menjadi suatu ukuran atau standar mengenai mutu produk sehingga pembeli mengalami kesulitan dalam mengkritisi produk yang kompleks.

A.    Tujuan Penetapan Harga

a.       Mencapai penghasilan atas investasi

b.      Mencapai dan menjaga kestabilan harga

c.       Mempertahanan/meningkatkan bagian dalam pasar

d.      Menghadapi/mencegah pesaing

e.       Memaksimalkan harga

B.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

a.       Pertimbangan subjektif

Penentuan harga subjektif terjadi akibat pandangan pribadi penjual barang yang dia jual.  Faktor pertimbangan harga subjektif banyak digunakan untuk barang yang memiliki nilai sejarah dan seni.  Biaya produksi, harga produk, serta barang substitusi tidak mempengaruhi penetapan harga.  Harga terjadı atas pertimbangan pribadi penjual dan pembeli.

b.      Pertimbangan objektif

Pertimbangan objektif adalah penetapan faktor penetapan harga yang didasari oleh faktor-faktor  yang mempengaruhinya serta cocok untuk sebagian besar produk dan dimana produk yang bersangkutan tersebut dijual.  Pertimbangan objektif banyak Ä‘ipakai untuk produk yang diproduksi secara massal (pabrikası) dan dibuat secara terus menerus.

1.      Faktor internal

Faktor dari kegiatan usaha yang mempengaruhi harga produk, pada faktor internal penjual bisa menetukan harga dengan berbagai akibat harga mahal.  Akan tetapi kemungkinan produk tidak akan laku, sementara persetujuan harga murah, keuntungan akan kecil namun ada kemungkinan produk akan laku

-          Harga pokok penjualan

Harga pokok penjualan adalah suatu akumulası atau sekumpulan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk pokok yang didapat dengan menambahkan biaya produksi, biaya tenaga kerja.  biaya penjualan dan sebagainya untuk kegiatan usaha industri, sementara untuk kegiatan usaha dagang harga pokok penjualan yang didapat dari biaya pengangkutan, biaya tenaga kerja, dan sebagainya.

-          Jangka waktu pemutaran modal

Jangka waktu perputaran modal yang berkaitan erat dengan kemampuan yang bekerja dan berasal dari sumber dana jika modal dikumpulkan dari pinjaman, maka pengusaha harus memperhitungkan beban biaya bunga sebagai salah satu dari komponen yang harus dihitung.  Penetapan harga yang rendah akan menyebabkan jangka waktu perputaran modal menjadi lebih cepat, hal ini karena daya beli masyarakat akan naik. Tetapı perusahaan harus berhati-hati dalam menetapkan harga, karena harga yang terlalu murah juga kadang-kadang akan menimbulkan keraguan pada konsumen sendiri.

2.      Faktor eksternal

Kondisi-kondisi diluar kegiatan usaha yang mempengaruhi harga.  Berbeda dengan faktor internal faktor ekstem tidak bisa dikendalikan oleh pengusaha. Pengelola usaha harus mempertimbangkan faktor-faktor ekstem dengan jitu agar bisa memenangkan persaingan,

-          Harga pokok sejenis

Harga pokok yang mempengaruhi harga produk terutama untuk produk-produk baru, kecuali untuk produk yang sama sekali baru dan belum ada dipasar sebelumnya. Apabila harga produk baru lebih mahal sedangkan kualitasnya belum diketahui, maka hampir dipastikan produk tersebut akan laku.  Harga produk baru semestinya lebih rendah atau paling tidak sama dengan ukuran dan mutu yang lebih baik.

-          Harga produk substitusi

produk yang memiliki kegunaan sama, namun kualitasnya lebih rendah. Apabila produk pelanggan yang lebih rendah, sedangkan harga tidak jauh beda, maka konsumen mungkin akan pindah membeli barang substitusi dengan alasan sebagai tindakan.

-          Daya beli masyarakat

Daya beli masyarakat adalah faktor penting penentu harga. Permintaan hanya  akan ada dukungan oleh keinginan serta daya beli masyarakat. Toko pakaian dipusat kota yang menjual jenis pakajan yang lebih mahal dibandingkan dengan di daerah pinggiran. Pertimbangan hal tersebut karena dava beli masyarakat kota dengan yang ada di daerah berbeda.

-          Peraturan pemerintah

Peraturan Pemerintah juga dapat mempengaruhi penetapan harga dalam hal ini adalah.:

1)      Penetapan harga maksimum, yaitu peraturan perundang-undangan yang menetapkan harga maksımum darı suatu produk tertentu yang boleh dijual oleh penjual, penetapan harga maksimum obat. 

2)      Penetapan harga minimum, yaitu peraturan perundang-undangan yang menetapkan harga suatu produk yang boleh dibeli oleh pembeli untuk membeli produk tertentu, contohnya penetapan harga minimum gabah

-          Letak geografis

Semakin jauh letak konsumen akan mengakibatkan  semakin mahal harga suatu produk. Hal tersebut karena biaya distribusi yang semakin tinggi. Meskipun dengan berbagai letak geografis yang bisa mempengaruhi harga, namun secara umum akan mengakibatkan kenaikan harga. Peranan akan terasa pada masa inflasi serta resesi. Begitu juga naik turunnya harga produk  mempengaruhi kepercayaan konsumen, daya beli konsumen, serta perilakunya.

C.     Metode Penetapan Harga

a.       Berbasis permintaan

Metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.

b.      Berbasis biaya

Faktor penetapan yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya dan bukan aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.

c.       Berbasis laba

Penetapan yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (berdasarkan penjualan) dan target return on investment pricing sebuah perusahaan.

d.      Berbasis persaingan

Penetapan yang dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki kualitas lebih baik.

D.    Memonitor Pergerakan Harga, Produk dan Kebijakan Distribusi untuk Kebutuhan Perusahaan

Informasi tentang perusahaan mana yang akan membawakan keuntungan atau kerugian bagi investor dapat ditinjau dari faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berkaitan langsung dengan kinerja atau kondisi suatu perusahaan yang dilihat dari data-data laporan keuangan selama perusahaan melakukan kegiatan operasinya. Laporan keuangan adalah data yang sangat ditunggu-tunggu para investor. Dengan adanya informasi keuangan tersebut, maka dapat membantu mereka melihat pergerakan harga saham dan menentukan apakah harus membeli atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar dividen. Faktor eksternal merupakan faktor yang tidak berkaitan langsung dengan kondisi perusahaan tetapi dari faktor luar perusahaan, seperti tingkat suku bunga, tingkat inflasi, kurs valuta asing dan sebagainya.

      Untuk mencapai kesejahteraan di masyarakat, maka diperlukan kebijakan distribusi secara adil dan merata. Pemerintah dituntut untuk dapat mencukupi kebutuhan masyarakatnya, baik dasar/ primer, sekunder, maupun tersier. kebijakan distribusi dalam menciptakan keadilan ekonomi akan sulit terwujud jika tidak melibatkan peran institusi yang ada seperti halnya pemerintah dan masyarakat. Oleh sebab itu, peran pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan, karena kebijakan distribusi akan teraplikasikan dengan baik ketika kedua institusi yang ada bekerja. Ketika institusi tersebut bekerja, keadilan akan tercipta dan memberi dampak pada tersebarnya harta secara adil di masyarakat.

Promotion (Promosi)

Menurut Kotler dan Armstrong (2014) bauran promosi adalah aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan untuk membeli produk itu. Sedangkan menurut Rangkuti (2009), Promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, membujuk dan mengingatkan tentang produk perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bauran promosi adalah beberapa alat promosi yang digunakan oleh perusahaan atau pemasar untuk meningkatkan permintaan barang dan jasa.

A.     Bentuk-bentuk Promosi

  1. Pameran dagang

Menurut Surat Keputusan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Nomor: KM.108/HM/703/MPPT-91, Pasal 1c tentang exhibition atau pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebarluaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata. Pengertian Exhibition menurut Oxford Dictionary adalah pertunjukan atau pameran yang dilakukan secara umum, atau kegiatan memamerkan. Pameran berdampak luas bagi peserta dan pengunjung pameran karena mereka akan menemukan banyak hal yang dapat dilihat langsung sehingga pengetahuannya terhadap suatu produk atau perusahaan akan bertambah.

  1. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Promosi penjualan menggunakan komunikasi pemasaran media dan non-media untuk waktu terbatas yang telah ditentukan sebelumnya untuk meningkatkan permintaan konsumen, merangsang permintaan pasar atau meningkatkan ketersediaan produk. Promosi Penjualan atau Sales Promotion ini biasanya menggunakan cara pemberian insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk ataupun layanan. Contoh pemberian insentif tersebut dapat berupa pemberian sampel gratis, diskon, kupon belanja, cash back (hadiah uang) dan bonus. Dengan Sales Promotion ini, perusahaan berfokus pada peningkatan keuntungan jangka pendek dengan menarik lebih banyak pelanggan lama dan juga pelanggan baru.

  1. Periklanan

Periklanan (advertising) merupakan bentuk komunikasi non individu dengan sejumlah biaya menggunakan media tertentu yang dilaksanakan oleh perusahaan, organisasi non laba ataupun para individu. Tujuan utama periklanan adalah meningkatkan permintaan atas produk yang ditawarkan. Manfaat iklan antara lain:

a)       Memungkinkan penjual untuk berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus.

b)      Memungkinkan penjual untuk menyebarkan informasi tentang produk dan perusahaan.

c)       Memungkinkan penjual untuk mendramatisir perusahaan dan produknya melalui penguunaan cetakan, suara dan warna yang menarik perhatian.

  1. Public relation

Publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, ataupun tanpa pengawasan dari sponsor. Adapun manfaat dari public relation antara lain:

a)       Lebih dapat dipercaya, sebab berupa suatu berita bukan iklan.

b)      Dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca iklan.

c)       Jauh lebih murah, karena tanpa biaya.

d)      Dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada posisi lain yang menyolok.

Public relation, membina hubungan baik dengan publik merupakan upaya branding yang sangat efektif. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan memakai atribut perusahaan juga produk memiliki nilai positif dimata masyarakat. Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap perusahaan anda, yang terpenting dari itu semua “brand image” perusahaan semakin bertambah kuat.

  1. Penjualan Pribadi atau Penjualan Tatap Muka (Personel Selling)

Penjualan Pribadi atau Personel Selling merupakan salah satu alat promosi tradisional di mana penjual akan berinteraksi langsung dengan pelanggan dengan cara mengunjungi konsumen atau calon pelanggan mereka yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen atau calon pelanggannya ini untuk membeli produk atau layanan mereka. Dengan metode promosi ini, Perusahaan akan mengirim agen mereka ke konsumen untuk menjual produk secara pribadi. Di sini, akan terjadi umpan baliknya segera dan juga dapat membangun kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan, merek dan produk atau layanan mereka.

  1. Personal selling

Cara penjualan personal selling adalah cara yang paling tua dan penting. Cara ini adalah unik, tidak mudah untuk hilang, dapat menciptakan two ways communication antara ide yang berlainan antara penjualan dan pembeli. Cara ini adalah satu-satunya cara dari promosi penjualan yang dapat menggugah hati pembeli dengan segera. Dan pada tempat serta waktu itu juga diharapkan konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli.

  1. Sales promotion

Promosi penjualan merupakan kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan dan publisitas yang mendorong efektifitas pembelian konsumen dengan menggunakan alat seperti peragaan, pameran, demonstrasi dan sebagainya, juga potongan harga seperti diskon pembelian produk. contoh dari metode promosi penjualan yaitu:

a)       Pemberian contoh barang secara cuma-cuma, ini merupakan salah satu alat promosi penjualan yang dianggap paling mahal tapi juga paling efektif.

b)      Kupon berhadiah, cara ini sangat efektif karena membuat orang mudah tertarik.

c)       Rabat, merupakan pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli.

d)      Potongan harga langsung.

e)       Peragaan, memamerkan barang-barang pada waktu tertentu, tempat dan situasi tertentu.

Semua promosi penjualan bersifat mempengaruhi pembelian secara psikologis. Sebagian besar perusahaan akan menaikan harga kemudian menurunkannya sehingga seolah-olah produk yang dijualnya sedang dalam masa diskon, cuci gudang dsb. Selain itu menetapkan harga tidak bulat juga dapat mendorong meningkatnya penjualan

B.      Pemilihan media promosi

  1. Menetapkan Budget

Hal utama yang perlu Anda lakukan tentulah menetapkan besarnya anggaran yang dapat digunakan untuk kebutuhan advertising ini. Pentingnya hal ini dilakukan sedini mungkin tidak lain karena besar kecilnya anggaran dapat menentukan efektivitas iklan yang akan dibuat. Anda dapat dengan seksama menentukan langkah selanjutnya apakah dengan dana sekian jenis media apa yang masih masuk dalam kantong.

  1. Menyesuaikan Pangsa Pasar

Tentukan segmen pasar yang ingin Anda capai. Bila menginginkan pasar nasional, tentu penggunaan brosur atau pamflet tidak akan maksimal. Paling tidak, Anda membutuhkan media televisi dan dukungan internet dan digital untuk mewujudkannya. Namun bila Anda ingin menyasar pasar lokal, penggunaan media seperti billboard akan sangat membantu.

  1. Merumuskan Isi Iklan

Materi iklan yang akan disampaikan dapat memengaruhi pemilihan media, apakah perlu menggunakan online atau offline, berupa gambar statis konvensional atau bergerak digital, dan sebagainya. Bila ingin menuruti pasar, tentu gambar-gambar bergerak bahkan yang dapat menyiarkan suara adalah opsi yang paling efektif. Kendati demikian, lagi-lagi, Anda juga bisa menyesuaikan dengan bujet yang tersedia.

  1. Bekerja sama dengan Perusahaan Periklanan

Jika tidak memiliki tim khusus yang dapat menangani ini atau masih belum menemukan solusi apa yang tepat, bekerja sama dengan pihak penyedia jasa advertising adalah pilihan yang tepat. Pihak ini dapat sekaligus menjadi konsultan hingga pelaksana lapangan yang mengerjakan iklan Anda. Tak jarang, perusahaan ini juga dapat membantu membuatkan isi iklan yang ingin disampaikan

C.      Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

Faktor yang mempengaruhi pemilihan metode promosi antara lain adalah:

  1. Tujuan promosi. Jika perusahaan ingin menjangkau khalayak luas, iklan menjadi pilihan yang tepat.
  2. Jenis produk. Produk-produk industrial lebih membutuhkan pendekatan personal. Semetara itu, produk-produk konsumsi biasanya membutuhkan lebih banyak iklan.
  3. Infrastruktur dan sumber daya perusahaan. Masing-masing metode promosi membutuhkan biaya dan upaya yang berbeda. Perusahaan mungkin membelanjakan lebih banyak uang untuk iklan jika dana mencukupi. Tapi, jika dana tidak mencukupi, seperti pada sebagian besar perusahaan kecil, mereka bergantung pada penjualan pribadi.
  4. Siklus hidup produk. Misalnya, selama tahap pendahuluan, perusahaan mengadopsi periklanan intensif dan penjualan pribadi untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran produk. Setelah konsumen sadar, perusahan mungkin akan lebih fokus pada iklan.
  5. Infrastruktur distribusi. Jika menjual produk langsung ke pelanggan tanpa melalui perantara, perusahaan mengandalkan personal selling. Perusahaan mungkin menggunakan beberapa iklan, tapi itu hanya sebagai pendukung.
  6. Ukuran pasar. Jika perusahaan menargetkan pelanggan yang lebih spesifik, penjualan langsung saja sudah cukup. Tapi, jika menargetkan pasar massal dengan ukuran pasar yang besar, iklan adalah alat promosinya.
  7. Strategi penetapan harga. Produk premium, seperti iPhone, kurang mengandalkan iklan media massa. Perusahaan biasanya akan lebih menyukai pendekatan promosi yang lebih intim seperti penjualan pribadi.

D.     Strategi promosi dengan melihat daur hidup produk

Pada strategi promosi untuk mempertahankan siklus hidup produk ini memiliki banyak tahapan" yang beragam. Salah satu contoh tahapan adalah:

  1. Tahap perkenalan yaitu dengan memperkenalkan perusahaan kepada publik.
  2. Tahap pertumbuhan yaitu menumbuhkan strategi dan kualitas produk yang dapat miliki perusahaan tersebut.
  3. Tahap Pendewasaan

a)       Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity)

Tingkat penjualan tidak bertumbuh dan tidak ada saluran distribusi baru karena distribusi yang ada sudah dianggap dewasa.

b)      Fase kedewasaaan stabil (stable maturity)

Penjualan datar atas dasar per kapita karena kejenuhan pasar, dan masa depan penjualan ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti.

c)       Fase kedewasaan menurun (decaying maturity)

Penjualan menurun dan konsumen mulai beralih ke produk lain.

  1. Tahap Penurunan

Strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:

a)       Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.

b)      Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

c)       Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.

d)      Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

e)       Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

 

 


 

Referensi

Harvey, F. I. W., Januar, J., & Kusmiati, A. (2009). Trend produksi dan prospek pengembangan komoditas buah naga di kabupaten Jember. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 3(2), 71-78.

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/perbedaan-barang-dan-jasa/. Diakses pada tanggal 17 Desember 2020 pukul 15.31 WIB.

https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-lengkap-strategi-distribusi/#Jenis_Strategi_Distribusi_Eceran_Ritel. Diakses pada tanggal 24 Desember 2020 pukul 16.41 WIB.

https://id.gadget-info.com/difference-between-product-marketing. Diakses pada tanggal 17 Desember 2020 pukul 18.26 WIB.

https://jagad.id/pengertian-produk/. Diakses pada tanggal 17 Desember 2020 pukul 15.43 WIB.

https://text-id.123dok.com/document/4yrmnr87q-bauran-pemasaran-lokasi-saluran-distribusi-pemasaran-man-diktat-kuliah.html. Diakses pada tanggal 24 Desember 2020 pukul 18.06 WIB.

https://tumpi.id/tempat-place-dalam-marketing-mix/. Diakses pada tanggal 24 Desember 2020 pukul 07.43 WIB.

https://www.mariobd.com/2018/08/produk-barang-dan-jasa-serta-jenis-kualitas.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2020 pukul 15.29 WIB.

https://www.porosilmu.com/2017/02/pengertian-fungsi-saluran-distribusi.html. Diakses pada tanggal 24 Desember 2020 pukul 14.41 WIB.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...