Senin, 19 November 2018

Paper Komoditas Pertanian Madiun

Nama : Vaundrawati Dheananda Salsadyra 
NIM : 180321100076 
Shift : B1 

Ujian Tengah Semester Gasal
Aplikasi Komputer
Komoditas Cengkeh

Disusun Oleh:
Nama: Vaundrawati Dheananda Salsadyra
NIM: 180321100076
Kelas: B
Ditujukan Kepada:
Nama: «nama»
Email: «email_»

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terimakasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan  berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari penyusunanmakalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Bangkalan, Oktober 2018


Penyusun








BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kabupaten Madiun tak hanya memiliki daerah dataran rendah yang dapat digunakan untuk pertanian namun juga memiliki daerah dataran tinggi. Dengan ketinggian 500 s/d 1.300 m diatas permukaan laut wilayah Kabupaten Madiun memiliki berbagai komoditi unggulan, meliputi kopi, kakao, karet dan cengkeh. Potensi perkebunan di Kabupaten Madiun ditunjang oleh lahan Perkebunan di Kandangan yang merupakan peninggalan jaman Belanda dengan luas ± 2.400 ha dan berketinggian antara 900 s/d 1.300 m diatas permukaan laut. Perkebunan ini masih terbuka luas untuk dikembangkan dan merupakan peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya baik untuk tanaman kopi, karet, cengkeh, hortikultura, bunga maupun pengembangan green house. Selain hasil perkebunan tersebut, wilayah Kabupaten Madiun juga menghasilkan tanaman tebu yang cukup potensial sebesar 39.359,11 ton yang diolah oleh 2 unit Pabrik Gula yaitu PG. Pagotan dan PG. Kanigoro.
Kali ini fokus pada komoditas cengkeh. Di Madiun, daerah penghasil cengekeh ada di desa Kare dan Kandangan. Cengkeh salah satu tanaman perkebunan yang dapat dimanfaatkan berbagai keperluan baik sebagai obat maupun keperluan industri yang lainya yang sangat membutuh cengkeh sebagai salah satu bahan baku, maka dari itu untuk mendapat hasil panen cengkeh yang berkualitas perlunya teknik budidaya tanaman cengkeh yang baik dan benar supaya hasil panennya mendapat kualitas yang bagus hargar jual pada cengkeh akan menjadi tinggi sesuai dengan harapan para petani cengkeh. Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman rempah-rempah unggulan asli Indonesia yang sejak dulu mendukung berkembangnya industri, dan berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mengembangkan pembangunan suatu wilayah. (Hanum, 2008)
Telah dilakukan penelitian efek antibakteri ekstrak etanol daun cengkeh (Eugenia aromatica) dengan menggunakan penyari etanol 96% terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus dan Bacillus snbtilis) dan bakteri Gram negatif (Escherichia coli dan Salmonella paratyphi) dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cengkeh menunjukkan efek antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia coli, dan Salmonella paratyphi. Efek antibakteri dimulai pada konsentrasi 10%, sedangkan pada konsentrasi 1% tidak memberikan efek. Hasil penelitian menunjukkan diameter daerah hambat yang lebih kecil bila dibandingkan dengan diameter daerah hambat dari antibiotika ampisilin yang digunakan sebagai kontrol positif. (Kumala, 2008)
Manajemen rantai pasokan adalah sebuah sistem yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan, distribusi dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk tersebut rantai pasokan didalamnya termasuk seluruh proses dan kegiatan yang terlibat didalam penyampaian produk tersebut sampai ke tangan pemakai konsumen. Semua itu termasuk proses produksi pada manufaktur, sistem transportasi yang menggerakan produk dari manufaktur sampai ke outlet retail, gudang tempat penyimpanan produk tersebut, pusat distrubusi tempat dimana pengiriman dalam lusin besar dibagi kedalam lusin kecil untuk dikirim kembali ke toko-toko dan akhirnya sampai ke pengecer yang menjual produk tersebut. Sebuah operasi yang effisien dari rantai pasokan tergantung lengkap dan akuratnya aliran data yang berhubungan dengan produk yang diminta dari pengecer sampai pelanggan. Metode analisis yang digunakan adalah supply chain management (SCM). Mengunakan alat analisis rantai pasokan dari awal sampai akhir dengan proses aktivitas pengadaan bahan baku, menjadi barang setengah jadi dan produk akhir serta pengiriman ke pelanggan. Hasil penelitian ditemukan bahwa petani masih menggunakan alat tradisional, hal ini tidak efisien serta banyak mengorbankan waktu dan biaya. (Wuwung, 2013)

1.2  Rumusan Masalah

1.    Bagaimana budidaya cengkeh?
2.    Bagaimana memanajemen rantai pasokan cengkeh?

1.3 Tujuan

1.    Untuk mengetahui budidaya cengkeh.
2.    Untuk mengetahui menejemen rantai pasokan cengkeh.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Budidaya Cengkeh

2.1.1 Persemaian dan Proses Pembibitan

Gambar 2. 1 Penyemaian bibit
Proses budidaya cengkeh biasanya dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian.Agar bisa memperoleh dan menghasilakan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan secara baik, cermat dan teliti. Dalam memilih tempat persemaian, ada beberapa faktor yang diperhatikan: 
1.    Tanah harus subur dan mudah diairi (terutama pada musim kemarau).
2.    Tempat persemaian harus terlindungi dari angin kencang.
3.    Tempat strategis (misalnya mudah mengangkut benih dan dekat dengan areal tanam)
Tahap-tahap kerja yang harus dilakukan dalam persemaian:
1.    Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul.Lebarnya maksimal 175 cm dan panjangnya maksimal 5 m, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan.
2.    Diantara bedengan persemaiandiberi parit air kira-kira 50 cm.
3.    Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kira-kira 30 cm.
4.    Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnya hingga ke akar-akarnya.
5.    Pencangkulan diulangi 3 kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut kira-kira 20 cm di atas permukaan parit.
6.    Sekeliling tiap gulutan/bedengan persemaian diberi penahan (amping) supaya tanah persemaian tidak larut kena air.
7.    Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak rata-rata 1 blek tiap 3m2 atau kondisional , melihat intensitas kesuburan tanah.
8.    Memasang peneduh setinggi rata-rata 2 meter dengan atap alang-alang, daun kelapa atau jerami.
9.    Tiap-tiap gulutan/bedengan disemprot dengan insektisida atau dicampur bubuk incex untuk membunuh ulat tanah,gangsir,rayap, dan lain-lain, yang senang memakan bibit cengkeh.
Setelah semuanya siap, biji mulai ditanam.Pilihlah biji kualitas terbaik atau unggul.Biji bisa disediakan sendiri jika mempunyai induk tanaman cengkeh yang bagus.Jika tidak punya benih yang bagus, sebaiknya mencari di toko-toko pertanian dan tanaman yang terpercaya. Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 1 tahun, maka jarak tanamnya 20x20 cm.Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 2 tahun, maka jarak tanamnya 30x30 cm. Sebaiknya biji dikecambahkan dulu, kurang lebih selama 5 hari sehingga pertumbuhan akarnya lurus dan baik.Caranya, biji ditempatkan pada keranjang-keranjang pipih yang diberi tanah secukupnya.Biji cengkeh ditaruh berjajar rata pada tempat tersebut.
Jika sudah berkecambah, maka biji dibawa ke persemaian, dicabuti satu-satu dan ditanam persis pada leher akarnya.Dengan cara ini, batang dan akar cengkeh akan tumbuh lurus sehingga memudahkan penanaman di areal kelak. plastic Jika tidak ada hujan hingga 2 – 3 hari berturut-turut, maka benih harus cepat disiram dengan alat penyiram yang lubangnya halus, agar biji-biji tidak terpelanting. Pada umur 3 bulan, tanah-tanah sekitar bibit-bibit tadi digemburkan dengan solet (bamboo selebar 2 jari yang ditipiskan).Selain itu, rerumputan dan tanaman pengganggu harus dicabuti agar tidak merampas gizi-gizi dalam tanah yang menjadi jatah makanan benih cengkeh.Penggemburan tanah sekaligus disertai pemberian pupuk urea dengan dosis ± 30 gram per m2.Penggemburan tanah dan pemupukan dengan cara yang sama dilakukan tiap satu bulan sekali.
Jika benih telah berumur empat bulan maka peneduh mulai dijarangkan, sehingga pada umur satu tahun peneduh buatan sudah bisa dibuka, supaya benih mendapat sinar matahari yang banyak.Karena semakin banyak sinar matahari akan berpengaruh pada percabangan menjadi baik dan sehat. Bibit bisa dipelihara hingga 1 – 2 tahun, dan penggunaan bibit yang berumur 2 tahun akan lebih baik pada pertumbuhannya.Pengambilan bibit harus hati-hati jangan sampai akarnya rusak. Cara pengambilan benih harus hati-hati, usahakan pengambilan benih dengan tanahnya supaya akar tidak rusak, kemudian tanah yang didalamnya akar dapat dibungkus dengan dan gedebog pisang yang telah dikeringkan, atau dengan pembungkus lain, yang paling penting tanah dan akar tidak pecah. Setelah benih dibungkus, taruh benih ditempat yang teduh selama 1 – 2 minggu, selama bibit disimpan sebaiknya disemprot dengan K.O.C 1 – 2 % untuk menahan pertumbuhan jamur pada daun.Akan lebih baik lagi kalau disemprot dengan insektisida.

2.1.2 Persiapan Lahan

Dalam mempersiapkan lahan, yang harus dilakukan adalah:
1.    Pembersihan lahan (bekas tunggak atau akar kayu yang dapat menyebabkan rayap atau jamur akar) yang kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tanah.  
2.    Pembuatan lubang tanam yang biasanya disiapkan sejak bulan Juli sampai dengan September dan ditutup pada bulan Oktober, tujuannya agar lubang dan tanah galiannya terkena panas yang cukup lama.Ukuran (panjang,lebar dan kedalaman) yang biasa digunakan dalam pembuatan lubang tanam yaitu : (i) 60x60x60 cm, (ii) 80x80x80 cm, dan (iii) 1x1x1 m.
3.    Pada 2 minggu sampai 1 bulan sebelum tanam, tanah diberi pupuk kandang yang telah menjadi tanah atau kompos sebanyak 5 – 10 kg/pohon.
4.    Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.



2.1.3 Penanaman

Gambar 2. 2 Penanaman cengkeh
Penanaman dilakukan apabila semua persiapannya, misalnya terasering telah baik, peneduh alam atau buatan telah siap, lubang-lubang tanam yang memenuhi syarat telah ditutup kembali, serta jarak tanam telah ditentukan. Jarak tanaman yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah.Jarak tanam pada tanah datar 8 m x 8 m = 156 pohon dan pada tanah agak miring minimal 6 m x 6 m = 256 pohon, atau dapat dibuat bervariasi 8 m x 6 m = 200 pohon, 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon.Bila terdapat gangguan- gangguan yang dapat merugikan, jarak tanam dapat dibuat lebih rapat lagi, misalnya 4 m x4 m = 625 pohon.
Penanaman cengkeh dilaksanakan pada awal musim hujan.Dalam penanamannya dilakukan pula pola tanam campuran (polikultur) dengan sistem tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur – Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela atau tanaman campuran.Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif.Beberapa tanaman campuran yang dapat digunakan antara lain: kacang tanah, kacang tunggak, jagung, dan tanaman lain kecuali ketela pohon karena ketela pohon menyerap banyak garam-garam mineral dari dalam tanah dan tidak dikembalikan sehingga sangat cepat mengurangi kesuburan tanah.

2.1.4 Pengolahan Lahan dan Tanaman

Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.
a.    Tanaman cengkeh yang berumur 1 – 5 tahun merupakan periode kritis, sekitar 10 – 30 % tanaman yang telah ditanam di lapangan mengalami kematian atau perlu diganti /disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.
b.    Penggemburan tanah disekeliling tanaman di daerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurang-kurangnya 2 kali setahun, pada awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.
c.     Gulma atau alang – alang harus dibersihkan sampai akar – akarnya dengan cangkul / garpu atau dengan penyemprotan herbisida.

2.1.5 Penyulaman

Dalam penyulaman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a.    Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.
b.    Bibit sulaman yang digunakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.

2.1.6 Penyiraman

Gambar 2. 3 Penyiraman cengkeh
Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adanya penyiraman.Setidak – tidaknya penyiraman dilakukan 2 – 3 kali sehari.Penyiraman dilakukan pada sore hari setelah pukul 15.00 karena saat sore hari keadaannya sejuk dan tidak akan terjadi penguapan yang banyak sehingga air dapat diserap oleh akar dalam jumlah yang banyak.
Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.

2.1.7 Pemasangan Mulsa

Gambar 2. 4 Pemasangan mulsa
Pemasangan Mulsa dilakukan menjelang musim kemarau.Tujuannya untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan akar.

2.1.8 Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produksi cengkeh setelah panen.Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk(Ali, 2015).
Pemupukan diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu saat awal musim hujan (akhir musim kemarau) dan saat awal musim kemarau (akhir musim hujan).Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.
Pupuk organic berbentuk butiran (UREA, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan.Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang di bawah proyeksi tajuk daun 4 lubang dibawah tajuk bagian dalam) sedalam 10 -15 cm, pupuk tablet hanya setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.

2.1.9 Pemanenan

Produk utama cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70 %.Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandannya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.
Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan ke dalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bamboo, serta tidak merusak daun disekitarnya saat pemetikan.waktu panen sangat berpengaruh terhadap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta minyak atsirinya.
Saat pemetikan bunga cengkeh yang tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh yang kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak).Sedangkan apabila pemetikannya lambat 9 bunga sudah mekar setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendemennya rendah(Ali, 2017).

2.1.10 Pascapanen

Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai atau gagang dan dikeringkan secara terpisah. Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan pengering buatan. Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bamboo gribig, atau plastik, atau pada lantai jemur yang diberi alas plastic. Selama proses pengeringan, cengkeh dibolak balik agar keringnya merata. Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10 – 12 %.Lamanya waktu penjemuran di bawah sinar matahari sekitar 3 – 4 hari. Cengkeh yang telah kering kalau disimpan tidak akan susut beratnya dan tahan lama asalkan tidak terkena air. Kualitas cengkeh dapat dibedakan dan dinilai menurut:
a.    Kekeringannya
b.    Persentase kotoran (tangkai bunga dan daun-daun)
c.     Persentase yang tidak berkepala (sudah banyak yang mekar)
d.    Persentase yang muda
e.    Warnanya

2.2 Manajemen rantai pasokan cengkeh

Biaya merupakan suatu masalah yang tidak asing lagi bagi setiap orang (individu) didalam suatu perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa yang memerlukan pengeluaran yang harus dikorbankan tersebut merupakan pengorbanan nilai barang. Kebutuhan akan data dan biaya berbeda-beda dan biaya yang mungkin dihitung berdasarkan kondisi dan tujuan yang berbeda-beda sera untuk keperluan pihak-pihak yang berbeda pula. Biaya haruslah didasarkan kepada fakta yang bersangkutan sehingga kemungkinan perusahaan mengambil keputusan yang tepat.
Dengan demikian maka dapatlah dikatakan bahwa peranan biaya adalah merupakan masalah yang sangat penting bagi perusahaan, tanpa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menunjang aktivitasnya dengan baik, sehingga dapat menghambat perusahaan dalam mencapai laba. Sehingga dapat dikatakan masalah biaya sangatlah diperlukan untuk menjalankan kegiatan dengan baik.

2.2.1 Manfaat Manajemen Rantai Pasokan

a.    Kepuasan Pelanggan. Konsumen atau pengguna produk yang merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen yang setia dalam jangka waktu yang panjang untuk menjadikan konsumen yang setia maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan.
b.    Meningkatkan Pendapatan. Semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan terbuang percuma karena diminati konsumen.
c.     Menurunnya Biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
d.    Pemanfaatan Aset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan Supply Chain Management.
e.    Peningkatan Laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba perusahaan. Perusahaan semakin besar yang mendapat keuntungan dari segi proses distribusi produknya lambat laun akan menjadi bertumbuh pesat.

2.2.2 Cara Kerja Manajemen Rantai Pasokan

Diagram diagram alir yang dapat di gunakan dalam penelitian di lapangan untuk dapat data yang sangat akurat untuk menganalisis kinerja manjemen rantai pasokan produk cengkih di salah satu sampai kepada konsumen, biaya produksi, waktu perpindahan, dan transportasi yang dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana cara kerja para pemasok lokal di kota.
Kelompok Tani di sebuah desa, setelah pembuatan alat bantu tradisional waktunya untuk memanjat sekaligus memetik hasil cengkih selama tiga bulan penuh dengan menggunakan pekerja pengumpul cengkih sekaligus pemisahan buah dan batang ini berupaya untuk mempercepat pekerjaan di lokasi perkebunan yang sangat luas dan butuh waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut adapun pekerja yang khusus untuk pembersihan ladang yang sudah banyak rumput yang menghalang para petani untuk bekerja kemudian semua hasil panen tersebut dikumpul lalu di sortir yang akan dipasok yang pasti yang berkualitas jumbo itulah yang di harapkan para petani untuk dapat diseimbangkan dengan modal awal yang dikeluarkan biaya transportasi para pekerja tani dan lain sebagainya.
Menurut Informasi dari pemilik perkebunan setelah masa panen cengkih dijemur di Desa sonder di sana memiliki lahan yang cukup untuk penjemuran, hasilnya panen kali ini sangat memuaskan karena menghasilkan 8-9 ton. Pemantauan penelitian harga cengkih saat ini adalah sudah naik lima kali dalam satu pekan yaitu di level Rp 89.000 perkilogram kemudian naik di harga Rp 90.000 per kilogram memasuki pekan kedua menjadi Rp 91.000 per kilogram, menjadi lagi Rp 92.000 per kilogram.
Gambar 2. 5 Alur operasional produk cengkeh
No
Tahun
Produksi (ton)
Transportasi
Biaya
1
2009
8.000
Rp. 35.000,-
Rp. 70.000,-
2
2010
8.500
Rp. 40.000,-
Rp. 85.000,-
3
2011
9.500
Rp. 45.000,-
Rp. 95.000,-
4
2012
9.000
Rp. 50.000,-
Rp. 100.000,-
Tabel 2. 1 Biaya produksi tahun 2009-2012


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

§  Cengkeh merupakan tanaman rempah-rempah asli indonesia yang berasal dari pulau Maluku. Pohon cengkeh dapat tumbuh baik didaerah yang memiliki iklim tropis,maka dengan iklim yang sangat mendukung ini, Indonesia menjadi negara penghasil cengkeh terbesar nomor 1 didunia, sehingga negara-negara eropa banyak yang mengimpor cengkeh dari Indonesia.pohon cengkeh juga dikenal sebagai tanaman rempah-rempah dan obat tradisional dengan banyak manfaat.
§  Manjemen rantai pasokan para petani masih menggunkan metode barter dengan dana awal diberikan kepada petani, kemudian di olah dalam bentuk pupuk, alat paras, konsumsi, bahan bakar. Apabilah petani sudah mendapatkan hasil pertanian lalu di berikan kepada pemilik perkebunan dengan harga yang rendah lalu di jual kembali kepada pengepul di Manado dengan harga yang tinggi.
§  Para pengusaha mengunakan metode timbal balik barang dan jasa sebagai disposisi sirkulasi proses produksi dari barang mentah menjadi bahan jadi dari berupa bibit unggul cengkeh menjadi buah cengkeh yang mempunyai nilai jual yang rendah kepada pemilik perkebunan dalam satuan liter kemudian di jual kembali dalam satuan kilogram kepada pengepul dengan harga jual yang tinggi.

3.2 Saran

§  Para pengusaha sebaiknya dapat memberikan bantuan modal untuk meningkatkan kapasitas usaha para petani, sehingga terjadi peningkatan produksi pertanian dan dapat meningkatkan penjualan bagi para pengusaha itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Hanum, C. (2008). Teknik Budidaya Tanaman, 138. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Kumala, S. (2008). EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH ( Eugenia aromatic L . ). Jurnal Farmasi Indonesia, 4(2), 82–87.
Wuwung, S. C. (2013). Manajemen Rantai Pasokan Produk Cengkeh Pada Desa Minahasa Selatan. Jurnal EMBA, 1(3), 230–238. https://doi.org/2303-1174




LAMPIRAN

A.    MEMBUAT MAIL MARGE
1.    Buka aplikasi Ms.Excel.
2.    Buat daftar nama dan email orang-orang yang ingin dijadikan penerima makalah.
3.    Simpan data.
4.    Buka aplikasi Ms.Word.
5.    Buat dokumen master dan simpan dahulu. Kosongkan tempat yang akan diisi data file source seperti nama dan email.

6.    Buka fasilitas mail marge. Pilih letter.
7.    Buat file recepients. Pilih use existing list.
8.    Pilih data yang akan dimasukkan. Klik open.
9.    Gabungkan file master dan file data source. Klik insert marge field.



10.  Letakkan kursor di tempat yang akan kita insert nama dan email. Maka akan mucul seperti ini.
11.  Cek apakah mail marge yang dibuat sudah benar atu belum dengan mengeklik preview result.
12.  Maka tampilan akan seperti ini.
13.  Pilih menu finish & marge kemudian pilih print documents. Pilih all kemudian ok.



B.    GRAFIK BIAYA PRODUKSI TAHUN 2009-2012
 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...