Selasa, 01 Oktober 2019

Lanjut ke Pemasaran Produk Yukkk…


Lanjut ke Pemasaran Produk Yukkk…

Bagaimana ya cara mengembangkan strategi pemasaran yang efektif???
Apasih makna strategi pemasaran itu???
Jadiii……
҉   Strategi adalah cara-cara yang dilakukan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan
҉   Sedangkan pemasaran merupkan kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa pasar atau segmen konsumen, , memilih jalur penjualan, mempromosikan produk kepada segmen konsumen yang telah ditetukan
҉   Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pemasran adalah cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mennetukan harga jual, menetapkan pangsa pasar atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, dan mempromosikan produk yang ditujukan kepada segmen konsumen yang telah ditentukan.
Strategi pemasaran yang umum digunakan adalah bauran pemasaran 4P (marketing mix). Bauran pemasaran atau sering disebut juga dengan 4P merupakan kombinasi dari 4 kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran. Kegiatan tersebut yaitu:
1.     Product (produk)
Sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen, meliputi variaso, kualitas, desain, merek, dan kemasan.
2.    Price (harga)
Sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa yang mereka inginkan dan kita jual. Meliputi daftar harga dan diskon potongan harga
3.    Place (tempat penjuala/jalur distribusi)
Lokasi atau tempat dimana konsumen dapat menjangkau produk yang kita jual dan mereka buthkan. Meliputi lokasi, wilayah, dan alat tranportasi
4.    Promotion (promosi)
Kegiatan yang dilakukan agar konsumen mengetahui tentang produk yang kita jual. Meliputi brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media
online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain.
Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
§  Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen.
§  Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya.
§  Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.
§  Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
Apa saja manfaat strategi pemasaran??
ü  Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen
ü  Menentukan harga jual
ü  Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat
Anggaran pemasatan?? Bagaiman itu???
Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul hanya dari aktivitas pemasaran, tidak termasuk biaya dari aktivitas usaha yang lain. Biasanya tergantung situasi dan kondisi usaha dan konsumen. Apabila permintaan konsumen meningkat anggaran pemasaran dimungkinkan untuk ditingkatkan agar permintaan konsumen dapat terpenuhi dengan maksimal.

Produksi dan Proyeksi Keuangan


Produksi dan Proyeksi Keuangan
Produksi merupakan suatu proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi atau pengolahan bahan setngah jadi menjadi bahan jadi guna memenuhi kebutuhan orang lain. Proses ini sangat penting untuk direncanakan dan dipikirkan karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang yang dihasilkan. Maka sebelum memulai proses produksi harus dipastikan bahwa biaya produksi telah dihitung dan tidak mengalami kerugia.

Sumber Utama, Modal Awal, dan Alur Produksi
Sumber utama yang diperlukan dalam memulai sebuah usaha yaitu:
1.     Peralatan yang digunakan
Dalam pengadaan peralatan harus benar-benar diperhatikan apa saja alat yang dibutuhkan, jumlah yang dibutuhkan, harus dipastikan kondisi peralatan dalam keadaan baik, bersih, layak pakai, tidak menyebabkan kecelakaan kerja, dan sudah dimiliki atau belum, serta perhitungan biaya yang dibutuhkan atas kebutuhan peralatan tersebut.
     Selain pengadaan peralatan ada juga biaya yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha baru agar lancer:
-      Biaya promosi awal
-      Biaya sewa tempat, apabila dibayar setiap bulan maka masuk ke dalam pencatatan biaya operasional
-      Biaya risiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
-      Biaya untuk membeli bahan baku awal produksi
Sehingga total biaya yang dibutuhkan yaitu biaya peralatan + biaya lainnya.
2.    Memahami dengan pasti alur proses produksi
Untuk mengetahui dan memastikan barang atau jasa yang diproduksi maka perlu dipahami setiap tahap dalam produksi. Mulai dari menyiapkan bahan baku hingga siap untuk dijual. Perlu dituliskan tahap produksi yang benar dari awal hingga akhri agar tidak ada tahapan yang terewat, sehingga kualitas produk akan sama dan terjaga.
3.    Biaya produksi
Biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan utuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap. Besarnya biaya tergantung dnegan banyaknya produk yang akan dihasilkan. Dalam menghitung biaya produksi ada 3 hal yang perlu diperhitungkan:
a.     Biaya bahan baku langsung (BBBL) : bahan baku utama yang tida bias digantikan dengan bahan lain
b.    Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) : biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk
c.     Biaya pendukung : semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biasanya yang termasuk biaya pendukung adalah biaya kemasan.
Dari ketiga biaya tersebut, apabila dijumlah maka dapat digunakan untuk menentukan harga pokok pnejualan (HPP). Cara menghitung HPP yaitu sebagi berikut
HPP       = Total Biaya Produksi ÷ jumlah produk yang dihasilkan
= (BBBL + BTKL + Biaya Pendukung) ÷ jumlah produk yang dihasilkan
Setelah diperoleh HPP maka ditentukan perkiraan harga jual produk. Penetapan perkiraan harga jual produk berdasarkan pada harga pasar dan juga harga pesaing. Namun, juga harus lebih besar dari HPP agar tidak mengalami kerugian. Dapat dihitung dengan perkiraan harga jual per bungkus - HPP per bungkus, sehingga dapat diketahui laba kotor per unitnya.
4.    Perkiraan perhitungan biaya operasional
Yang dimaksud biaya operasional adlah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya usaha, seperti biaya listrik, air, gaji pegawai, promosi, dan lain-lain. Biaya operasional termasuk ke dalam biaya tetap dikarenakan besarnya biaya yang dikeluarkan relative sama setiap bulannya.
5.    Perhitungan untuk menutupi biaya operasional
Jumlah biaya operasinonal bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual. Agra pengusaha tidak mnegalami rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar dapat menutupi biaya operasional, istilahnya adalah Break Event Point (BEP) yang merupakan kondisi dimana pengusaha tidak mengalami rugi dan tidak mendapat untung.
BEP (Unit) = Total Biaya Operasional ÷ Laba kotor per unit
6.    Perhitungan balik modal
Perhitungan balik modal penting untuk dilakukan agar bias diketahui kapan modal pengusaha kembali, sehingga dapat direncanakan pengembangan usahanya lebih lanjut. Perhitungan balik modal dapat dihitung dengan rumus:
Balik modal (Unit) = Total Biaya Memulai ÷ Laba kotor per unit
7.    Target produksi, penjualan, dan perkiraan laba kotor
Berikut adalah cpnpth perkiraan perhitungan laba kotor selama 3 bulan

Perkiraan perhitungan laba kotor suatu perusahaan sangat bias berubah-ubah tergantung rencana yang sibuat perusahaan. Setelah diketahui perkiraan pendapatan laba kotorn dan biaya operasional tiap bulan aka dapat diperkirakan pendaptan laba bersihnya. Berikut adalah contoh perhitungannya

Dari perhitungan-perhitungan di atas dapat diperhitungkan perkiraan balik modalnya menggunakan rumus sebagai berikut
Balik Modal (bulan) = Total modal awal ÷ Laba bersih rata-rata per bulan

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...