Produksi
dan Proyeksi Keuangan
Produksi merupakan suatu proses pengolahan
bahan mentah menjadi bahan jadi atau pengolahan bahan setngah jadi menjadi
bahan jadi guna memenuhi kebutuhan orang lain. Proses ini sangat penting untuk
direncanakan dan dipikirkan karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan
kualitas barang yang dihasilkan. Maka sebelum memulai proses produksi harus
dipastikan bahwa biaya produksi telah dihitung dan tidak mengalami kerugia.
Sumber
Utama, Modal Awal, dan Alur Produksi
Sumber utama yang diperlukan dalam memulai
sebuah usaha yaitu:
1. Peralatan yang digunakan
Dalam
pengadaan peralatan harus benar-benar diperhatikan apa saja alat yang
dibutuhkan, jumlah yang dibutuhkan, harus dipastikan kondisi peralatan dalam
keadaan baik, bersih, layak pakai, tidak menyebabkan kecelakaan kerja, dan
sudah dimiliki atau belum, serta perhitungan biaya yang dibutuhkan atas
kebutuhan peralatan tersebut.
Selain
pengadaan peralatan ada juga biaya yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha
baru agar lancer:
- Biaya promosi awal
- Biaya sewa tempat, apabila dibayar setiap
bulan maka masuk ke dalam pencatatan biaya operasional
- Biaya risiko jika terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan
- Biaya untuk membeli bahan baku awal
produksi
Sehingga total biaya yang dibutuhkan yaitu
biaya peralatan + biaya lainnya.
2. Memahami dengan pasti alur proses produksi
Untuk
mengetahui dan memastikan barang atau jasa yang diproduksi maka perlu dipahami
setiap tahap dalam produksi. Mulai dari menyiapkan bahan baku hingga siap untuk
dijual. Perlu dituliskan tahap produksi yang benar dari awal hingga akhri agar
tidak ada tahapan yang terewat, sehingga kualitas produk akan sama dan terjaga.
3. Biaya produksi
Biaya ini
merupakan biaya yang dikeluarkan utuk membuat produk yang akan dijual. Biaya
produksi merupakan biaya tidak tetap. Besarnya biaya tergantung dnegan banyaknya
produk yang akan dihasilkan. Dalam menghitung biaya produksi ada 3 hal yang
perlu diperhitungkan:
a. Biaya bahan baku langsung (BBBL) : bahan
baku utama yang tida bias digantikan dengan bahan lain
b. Biaya tenaga kerja langsung (BTKL) : biaya
untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk
c. Biaya pendukung : semua biaya yang
mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan
biaya tenaga kerja langsung. Biasanya yang termasuk biaya pendukung adalah
biaya kemasan.
Dari ketiga biaya tersebut,
apabila dijumlah maka dapat digunakan untuk menentukan harga pokok pnejualan
(HPP). Cara menghitung HPP yaitu sebagi berikut
HPP
= Total Biaya Produksi ÷ jumlah
produk yang dihasilkan
=
(BBBL + BTKL + Biaya Pendukung) ÷ jumlah produk yang dihasilkan
Setelah diperoleh HPP maka
ditentukan perkiraan harga jual produk. Penetapan perkiraan harga jual produk
berdasarkan pada harga pasar dan juga harga pesaing. Namun, juga harus lebih
besar dari HPP agar tidak mengalami kerugian. Dapat dihitung dengan perkiraan
harga jual per bungkus - HPP per bungkus, sehingga dapat diketahui laba kotor
per unitnya.
4. Perkiraan perhitungan biaya operasional
Yang
dimaksud biaya operasional adlah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk
mendukung berjalannya usaha, seperti biaya listrik, air, gaji pegawai, promosi,
dan lain-lain. Biaya operasional termasuk ke dalam biaya tetap dikarenakan
besarnya biaya yang dikeluarkan relative sama setiap bulannya.
5. Perhitungan untuk menutupi biaya
operasional
Jumlah
biaya operasinonal bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang
terjual. Agra pengusaha tidak mnegalami rugi, maka ada jumlah minimal yang
harus terjual setiap bulannya agar dapat menutupi biaya operasional, istilahnya
adalah Break Event Point (BEP) yang merupakan kondisi dimana pengusaha tidak
mengalami rugi dan tidak mendapat untung.
BEP (Unit) = Total Biaya Operasional ÷ Laba
kotor per unit
6. Perhitungan balik modal
Perhitungan
balik modal penting untuk dilakukan agar bias diketahui kapan modal pengusaha
kembali, sehingga dapat direncanakan pengembangan usahanya lebih lanjut.
Perhitungan balik modal dapat dihitung dengan rumus:
Balik modal (Unit) = Total Biaya Memulai ÷
Laba kotor per unit
7. Target produksi, penjualan, dan perkiraan
laba kotor
Berikut adalah
cpnpth perkiraan perhitungan laba kotor selama 3 bulan

Perkiraan perhitungan
laba kotor suatu perusahaan sangat bias berubah-ubah tergantung rencana yang
sibuat perusahaan. Setelah diketahui perkiraan pendapatan laba kotorn dan biaya
operasional tiap bulan aka dapat diperkirakan pendaptan laba bersihnya. Berikut
adalah contoh perhitungannya

Dari perhitungan-perhitungan
di atas dapat diperhitungkan perkiraan balik modalnya menggunakan rumus sebagai
berikut
Balik Modal (bulan) = Total modal awal ÷
Laba bersih rata-rata per bulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar