Senin, 19 November 2018

Ceritaku

Nama : Vaundrawati D.S
NIM : 180321100076
Shiftt : B1


Pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi sudah di depan mata…
Ketika jam pengumuman telah tiba, ku tak memiliki keberanian untuk membuka aksesnya.
Ku biarkan detik demi detik berjalan tanpa ku melakukan apa-apa.
Namun, ketika ku membuka ponsel ku muncul notifikasi dari temna baikku.
Dia memberiku ucapan selamat atas lolosnya dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi.
Aku masih tak bisa memahami apa yang terjadi antara aku dan teman baikku ini.
Rasanya masih sulit untuk menganalisis keadaan.
Hingga akhirnya ku mulai faham.
Namun, ada rasa tidak percaya akan hal ini.
Beberapa saat aku mulai mengumpulkan keberanian untuk mengtahui yang sebenarnya.
Kini saatnya membuka akses untuk mengetahui hasilnya.
Harap-harap cemas saat browser mulai berjalan untuk mengakses.
Sedikit demi sedikit hasil mulai terlihat.
Dan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi menyatakan bahwa peserta atas nama Vaundrawati Dheananda Salsadyra LOLOS dan diterima di Universitas Trunojoyo Madura.
Disitu ada rasa senang namun sekali lagi ku merasa tak percaya.
Allah memberi satu lagi amanah padaku.
Dari situ ku mulai memahami kembali bahwa Allah memberi kepercayaan padaku, hingga ku harus menjalankannya dengan baik.

Setelahnya ku mulai mempersiapkan persyaratan yang diperlukan untuk masuk perguruan tinggi.
Aku pun juga mengikuti tahap demi tahap yang harus dijalani.
Dua tahap, verifikasi data dan daftar ulang sudah terjalani.
Selanjutnya, ku mulai mempersiapkan kebutuhan untuk ospek jauh-jauh hari sejak masih di rumah.
Berhari-hari ku mencicil untuk memenuhi keperluan ospek.
Bahkan bukan hanya ospek, kebutuhan hidup ku untuk di perantauan juga mulai ku persiapkan.
Dan akhirnya semua yang diperlukan sudah tersedia.

Hingga tiba hari dimana ku harus meninggalkan keluarga demi membanggakan orang tua.
Ku berangkat ke pulau orang.
Ku berpamitan dengan tetangga dan saudara-saudaraku.
Sudah berjam-jam aku ada di perjalanan, dan tibalah di Pulau Madura.
Ku bereskan semua perlengkaanku di tempat tinggal baruku.
Setelah semua selesai, ibuku berpamitan kembali ke rumah.
Sejak saat itu, ku mulai menerima keadaan bahwa sekarang aku hidup sendiri di lingkungan tanpa orang tua meskipun sebelumya aku sudah terbiasa dengan kehidupan tanpa ayahku karena beliau sedang bekerja di luar pulau untuk memastikan kehidupan keluarganya baik-baik saja.
Ku merasa sangat sendiri.

Tiba hari esok, 13 Aagustus 2018 Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-MB) mulai berjalan.
Disini ku menemukan teman baru.
Teman pertama yang dekat denganku adalah Atwanah, gadis kecil sangat cantik.
Hari demi hari Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-MB) telah terlewati.
Setelahnya ada lagi rentetan untuk mahasiswa baru, yaitu ospek fakultas.
Ospek fakultas pertanian di Universitas Trunojoyo Madura disebut Agricultur Training.
Aku menjalani Bersama dengan teman-temanku.
Ospek kali ini dengan kelompok yang berbeda, aku masuk di kelompok 30.
Kelompokku diketuai Teguh Safawi yang ternyata prodinya sama dengan ku, agribisnis.
Ku menjalani rentetan Agriculture Training bersama mereka.
Hingga waktunya penyerahan mahasiswa baru ke prodi untuk melaksanakan ospek prodi yang diseut GEMPITA.
Disini ku bertemu dngan orang-orang yang nantinya akan ku jalani hari-hariku Bersama mereka.
Pada saat GEMPITA aku dan teman-teman ku menjalaninya di Coban Rondo, Malang.
Suka dan duka banyak terjadi di sana.
Kami pun menjalaninya dengan seksama, hingga acara di Coban Rondo selesai. 
Dari sana kami dapat lebih mengenal teman seperjuangan dan kakak-kakak yang memberi ilmu non-akademik yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. 
Dan terakhir yang paling diingat bahwa HIMAGRI selalu mengedepankan ETIKA.... . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Usaha di Kala Pandemi yang Peduli dengan Petani

  Ide usaha yang dipilih oleh kelompok 7 yaitu produk berupa jamu herbal seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sirih pinang dalam ...